Gandrung Sewu Banyuwangi Kian Digandrungi, Ratusan Penari Berbagai Daerah di Indonesia Turut Ambil Bagian

admin
Img 20261012 Wa0064 Copy 741x494

Banyuwangi,ANN.CO.ID – Pagelaran tari kolosal Gandrung Sewu 2026 Banyuwangi yang akan menampilkan ribuan penari itu mendapat animo tinggi dari kalangan anak muda. Tidak hanya dari Banyuwangi, namun ratusan penari dari berbagai daerah di Indonesia, akan turut ambil bagian di event yang akan digelar di Pantai Marina Boom Banyuwangi, 24 Oktober malam tersebut.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, mengatakan tahun ini sebanyak 1.300 penari akan tampil dalam panggung Gandrung Sewu. Sebanyak 200 peserta di antaranya berasal dari luar daerah.

“Mereka datang dari Jakarta, Palembang, Bali, Malang, Batu, Blitar, Kediri, Pasuruan, dan sejumlah daerah di lainnya,” kata Ipuk, Senin (12/10/2026).

Salah satunya Asiva Kirana Nadinar. Siswi SMK Putikecwara Kota Batu tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dalam pagelaran Gandrung Sewu 2026. Ia mengaku ingin menjadi peserta Gandrung Sewu sejak pertama kali melihat videonya viral di sosial media.

“Merinding melihat Gandrung Sewu. Pertama melihat langsung kepikiran ingin ikut. Makanya tahun ini saya mendaftar, dan lolos seleksi. Senang banget, sudah tidak sabar ingin segera bergabung,” ujarnya.

Ipuk bersyukur di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, kesenian lokal Banyuwangi tetap terjaga, dan mendapatkan tempat di hati generasi muda.

“Ini menjadi kebanggan tersendiri bagi kami, gandrung masih hidup di hati generasi muda. Mereka tidak sekadar mengenal, tapi juga bangga mengenakan kostum, dan belajar menari gandrung,” kata Ipuk.

“Ini sekaligus menjadi bukti bahwa tradisi Banyuwangi mampu beradaptasi, dan berkembang mengikuti zaman, tanpa kehilangan jati dirinya,” katanya.

Tahun ini Gandrung Sewu 2026 mendapat dukungan penuh dari InJourney, holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata.

Kolaborasi ini menghadirkan konsep baru dengan pagelaran malam, dengan tetap mempertahankan esensi dan nilai budaya yang menjadi ruh utama pertunjukan.

Para penari yang terlibat akan menggunakan elemen fosfor yang dipadukan dengan tata cahaya, sehingga menghadirkan efek visual yang berbeda dalam suasana malam.

“Ini bukan sekadar perubahan waktu pelaksanaan, tetapi kami ingin memberikan pengalaman yang berbeda kepada penonton dan wisatawan,” tambah Ipuk,(Bang).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *