Carut Marut Bantuan Listrik Gratis Pemkab Bojonegoro ,Ini Faktanya

admin
Img 20240916 Wa0129 Copy 739x986

Bojonegoro,ANN.CO.ID –
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya kembali merencanakan pemberian sambungan listrik gratis bagi keluarga tidak mampu pada 2024.

ada beberapa desa yang warganya mendapatkan bantuan listrik gratis dari pemkab bojonegoro ternyata juga mendapatkan listrik gratis dari kementerian ESDM

seperti halnya di Desa Sidorejo kecamatan Padangan terdapat 11 warga yang mendapatkan listrik gratis dari pemkab bojonegoro tahun 2024, ternyata ada 3 warga menerima bantuan listrik gratis ganda yakni dari pemkab bojonegoro dan kementerian ESDM

Kepada Desa Sidorejo Kecamatan Padangan Kab Bojonegoro saat ditemui dikediamanya 17/9/2024 siang mengatakan ,ada 3 warga yakni Arlita Rt 15 , Munajat dan Aris RT 14 mendapatkan bantuan listrik gratis dari Kementerian ESDM dan Pemkab Bojonegoro .

hal tersebut menandakan bahwa carut marutnya penerima bantuan listrik gratis dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kab Bojonegoro dan Kementerian ESDM disinyalir karena ketidaksingkronnya data kedua belah pihak

Dalam hal ini CV Taruna jaya selaku pihak rekanan dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kab Bojonegoro
mengatakan kepada media ini pihaknya sudah memasang instalasi terlebih dahulu karena sudah mendapatkan SPK dari PUPR dan juga sudah sesuai prosedur yaitu NIDI dan SLO.

” Ketika semua instalasi sudah terpasang tiba tiba ada rekanan dari ESDM PT channel yang juga mau memasang instalasi atas ketiga nama penerima bantuan listrik diatas ‘ ujar direktur CV Taruna Jaya.

Secara sepihak dan tanpa koordinasi rekanan dari ESDM melakukan penggantian terhadap stop kontak di instalasi yang sudah terpasang dan mengklaim bahwa itu adalah pekerjaanya.

Pihak rekanan dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kab Bojonegoro CV Taruna Jaya merasa dirugikan atas tindakan sepihak dari rekanan ESDM tersebut karena bisa mempengaruhi pada saat pencairan dana.

Ketika awak media mencoba mengkonfirmasi masalah ini ke pihak rekanan kementerian ESDM masih memilih bungkam.

Pemerintah sudah berusaha mensejahterakan rakyatnya dalam berbagai bidang namun hendaknya dalam pendataan atau administrasi bisa lebih terkoordinir.

Jangan sampai malah merugikan keuangan negara karena ada dobel anggaran baik disengaja atau tidak disengaja.(Red/Her).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *