Ragam  

Ini Uneg – Uneg Salah satu Petani Bojonegoro Tentang Kebijakan Pemerintah

admin
Img 20250414 Wa0104 Copy 714x634 1

Bojonegoro ANN.CO.ID – Masih terkait tentang harga gabah yang belum sesuai ketetapan pemerintah,petani mulai buka suara tentang kebijakan pemerintah tersebut,petani berani berbicara apa yang menjadi uneg uneg nya selama ini.

Sutikno salah seorang petani di Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur mengkritisi kebijakan pemerintah tersebut. Senin 14/04/2025

“Kalau harapan petani pengennya nanam untung, dari biaya tanam dan hasilnya itu harganya sesuai, kalau harga dari pemerintah segitu petani masih untung, tapi kendalanya pasar, yang menentukan harga itu pasar, pemerintah tidak bisa mengendalikan harga, kalau tengkulak beli sesuai harga pemerintah terus jualnya kemana,pasokan dari petani melimpah digudang gudang, apakah bulog mau membeli dan apakah komponen komponen bulog sudah dipersiapkan.

“Profesi petani sudah tidak diminati oleh anak muda karena tidak menguntungkan” ucapnya.

lanjtnya, Harusnya negara hadir,bukan hanya koar koar di media tapi tidak paham pertanian yang ada di bawah. Dibawah itu rata rata adalah buruh tani bukan petani, lahanya kalau d kalkulasi untuk kebutuhan 4 bulan untuk hasilnya tidak imbang,harusnya negara hadir untuk menciptakan petani muda.

“Petani harus diberi insentif, bantuan diperbanyak, bantuan benih, bantuan peralatan dan bantuan biaya tanam.” imbuhnya.

masih menurut Sutikno, Kalau guru dapat sertifikasi, TNI/POLRI dapat remunerasi la petani dapat apa, hanya subsidi pupuk saja negara sudah merasa jadi pahlawan,padahal tidak imbang biaya produksi dan hasil yang didapatkan petani maka lambat laun petani punah, dan pemuda sudah tidak mau bertani karena tidak menjanjikan.

“Pembinaan di generasi muda kurang, PPL nya rata rata jadi marketingnya produk obat pertanian, penyuluhan kebawahnya kurang, pemerintah daerah sendiri dengan APBD dan otonomi daerah seharusnya punya langkah terdepan untuk melindungi petani di Bojonegoro,jangan hanya bilang Bojonegoro saya jadikan lumbung pangan nasional tapi tidak berbuat lebih untuk para petani” tandasnya,(Red/Her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *