Stem Cell Jadi Terapi Alternatif Penderita Stroke

admin
17480745321912293765368981409267 Copy 1024x683

Surabaya,ANN CO.ID – Prof Dr Asra Al Fauzi dr SpBS Subs N-Vask(K) SE MM FICS FACS IFAANS menjadi salah satu guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dalam ranting ilmu kepakaran stem cell dan biomaterial pada regeneratif neurosurgery.

Pada kesempatan tersebut, dirinya menyampaikan orasi ilmiah berjudul Revolusi Stem Cell dan Biomaterial dalam Regenerative Neurosurgery.

“Secara historis pengobatan terhadap kerusakan susunan saraf pusat sangat terbatas karena kemampuan regeneratif yang minim dari jaringan saraf,” ucap Prof Asra, Jumat(23/5/2025).

Kelainan susunan saraf seperti stroke, trauma, atau cedera tulang belakang sering menyebabkan defisit neurologis permanen.

Lebih lanjut, hal ini mengakibatkan beban emosional, sehingga berdampak sosial hingga ekonomi dari pasien maupun keluarga. Dalam mengatasi hal tersebut, Prof Asra menciptakan inovasi terapi stem cell.

“Terapi sel punca (stem cell) muncul sebagai pendekatan inovatif yang bertujuan untuk menggantikan atau memperbaiki jaringan saraf yang rusak,” imbuh pria kelahiran Yogyakarta itu.

Studi yang dilakukan Prof Asra menunjukkan peningkatan motorik dan kognitif pada pasien stroke. Selain itu, hasilnya juga dapat mengurangi risiko pembentukan jaringan parut dan adhesi yang sering menjadi hambatan dalam pasien melakukan terapi regenerasi konvensional.

Dari studi ini, ia berhasil melakukan operasi transplantasi langsung stem cell ke otak pada kasus stroke kronis. Operasi itu menjadi yang pertama kali dilakukan di Indonesia.

Hasilnya, Prof Asra mendapat penghargaan dari MURI dan AANS International Surgeon Award.

Pada dasarnya, stem cell merupakan sel yang memiliki kemampuan unik, yakni dapat berkembang menjadi berbagai sel di dalam tubuh.

Sel ini mampu memperbaiki dan menggantikan sel tubuh yang rusak, sehingga menjadi pilar penting dalam terapi regeneratif. Maka dari itu, pengembangan stem cell perlu terus dilakukan.

“Indonesia tidak terkecuali mengingat populasi yang menua dan tingginya angka kecelakaan lalu lintas sebagai penyebab utama cedera saraf. Maka, pengembangan stem cell memiliki implikasi luas. Tidak hanya untuk pasien, tetapi juga ekonomi kesehatan,”pungkas Prof Asra.(Red/Yus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *