Satpol PP Provinsi Jawa Timur Gelar Peningkatan Kapasitas Satlinmas

admin
Img 20251111 Wa0138 Copy 1040x780

Bojonegoro,ANN CO.ID – Satlinmas (Satuan Perlindungan Masyarakat) berperan sangat penting dalam menjaga keamanan,ketentraman dan ketertiban khususnya di wilayah desa/kelurahan sebagai elemen yang bersentuhan langsung dengan masyarakat

Guna meningkatkan kapasitas Satlinmas untuk selalu mengabdi di masyarakat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Jawa Timur mengadakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Satlinmas Dalam Mendukung Optimalisasi Penyelenggaraan Tramtibumlinmas di Gedung KPRI Sejahtera Desa Drokilo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur ( Selasa (11/11/2025 ).

Tidak kurang dari 100 peserta yang mewakili dari 23 Desa menghadiri acara tersebut dengan semangat karena akan mendapat pembekalan dari narasumber berupa pemaparan teori dan juga praktek langsung dilapangan.

Kegiatan yang menghadirkan nara sumber tingkat Kabupaten dan Provinsi itu banyak memberikan edukasi kepada peserta sehingga menambah pengetahuan anggota linmas.

Arief Nanang Sugianto Plh Kasatpol PP Kabupaten Bojonegoro yang membuka acara tersebut mengatakan bahwa inovasi dalam pelayanan dimasyarakat harus ditingkatkan guna menghadapi adanya gangguan yang mungkin ada dan adanya bencana alam.

“Untuk mewujudkan keamanan di Desa/Kelurahan maka diperlukan kesiapan anggota Linmas dan selalu berkoordinasi dengan pihak terkait agar masyarakat merasa aman dan nyaman dalam menjalankan aktifitasnya.” ujarnya

Ia juga menambahkan bahwa di Bojonegoro terdapat 14783 anggota linmas yang tersebar di 430 desa dan jumlah poskaling sebanyak 3523.

lanjutnya, Kepala desa memiliki peran strategis sebagai pembina utama Linmas di tingkat desa, sekaligus menjadi penggerak utama dalam penyelenggaraan perlindungan masyarakat di wilayahnya dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berkomitmen memperkuat peran linmas dalam menjaga ketertiban di masyarakat.

“Saya atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh peserta dan penyelenggara. Semoga kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kita bersama dalam menjaga ketertiban, keamanan, dan keselamatan masyarakat,” tandasnya.

Sebelumnya Mustari Kasi Bina Potensi Masyarakat Satpol PP Provinsi Jawa Timur dalam pemaparanya menjelaskan bahwa tugas Linmas bukan hanya disaat seremonial kegiatan Negara saja.

“Tugas sosial sebagai pelayan publik juga dilaksanakan sehari hari sehingga berperan aktif dalam kehidupan di masyarakat.” terangnya.

Suasana semakin menarik ketika Akmal Ismail Kasi Pemberdayaan Masyarakat Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bojonegoro memberikan materi pelatihan.

“Tiga unsur penyebab munculnya api adalah panas,bahan bakar dan oksigen dan apabila ketiga unsur ini terpenuhi maka pasti akan muncul percikan api yang dapat menyebabkan kebakaran.” ucapnya.

Akmal mengataka bahwa kebakaran tidak seperti banjir yang bisa diprediksi maka ia menghimbau agar selalu waspada terhadap potensi kebakaran.

“Kalau apinya kecil dan kita mempunyai keberanian untuk memadamkan gunakan kain yang dibasahi untuk memadamkan namun apabila kita tidak berani maka bisa segera menghubungi Damkar.”katanya.

“Target kita maksimal dalam 15 menit setelah laporan diterima akan sampai di lokasi kebakaran.” tambahnya.

Yang terakhir pemateri adalah Fredy Purnomo Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur dengan tema Pelayanan Publik dan Komunikasi Satlinmas Dalam Penyelenggaraan Trantibumlinmas.

Fredy mengulas sejarah panjang Linmas yang dahulu dikenal sebagai Hansip (Pertahanan Sipil) dan menjadi bagian penting dari sistem pertahanan rakyat semesta. Ia juga menyoroti dasar hukum penguatan peran Linmas yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

“Linmas adalah komponen pertahanan sipil yang bekerja bukan karena paksaan, tapi panggilan jiwa. Mereka menjaga keamanan lingkungan, membantu bencana, hingga menjadi simbol gotong royong masyarakat desa,” tuturnya.

Kegiatan Linmas ini diakhiri dengan melakukan praktik pemadaman api kecil menggunakan kain basah dan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) sehingga peserta sangat antusias.

Anggota linmas yang direkrut dari warga masyarakat sendiri bisa lebih mendeteksi sedini mungkin berbagai potensi terhadap gangguan dilingkungan sehingga sinergitas antar Satpol PP,TNI,Polri DPRD dan masyrakat serta elemen bangsa yng lain bisa terjalin.(Red/Hr).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *