Bupati Wahono Tekankan Seluruh OPD Gerak Cepat Dalam Pelaksanaan Program Prioritas 2026

admin
17634774303746979944233801622207 Copy 738x513

Bojonegoro,ANN CO.ID – Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menekankan pada seluruh OPD agar pada 2026 bergerak cepat dalam pelaksanaan program prioritas.

Perencanaan yang matang dan proses lelang tepat waktu akan menjadi kunci penyerapan anggaran.

Untuk itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro memproyeksikan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun 2026 sebesar Rp1,8 triliun.

“Penurunan target SiLPA adalah upaya memperbaiki kualitas perencanaan dan mempercepat serapan anggaran agar belanja lebih akurat dan kegiatan bisa dimulai lebih awal,” jelasnya saat pembacaan Nota Keuangan di Ruang Paripurna DPRD Bojonegoro, Sabtu (15/11/2025).

Bupati menegaskan SiLPA turun Rp 215 miliar dari tahun sebelumnya. Penurunan target SiLPA 2026 menjadi bagian dari upaya memperbaiki kualitas perencanaan dan mempercepat serapan anggaran. Sebab pihaknya tidak ingin SiLPA terus menumpuk.

Adapun struktur pembiayaan daerah menunjukkan bahwa Silpa tahun 2025 menjadi satu-satunya sumber penerimaan pembiayaan.

Jika dirinci, dari sisi pengeluaran pembiayaan 2026, total pengeluaran pembiayaan mencapai Rp512,8 miliar. Terdiri dari penyertaan modal daerah sebesar Rp12,8 miliar, dan pembentukan Dana Abadi Daerah Rp500 miliar.

Setelah dikurangi pengeluaran pembiayaan, maka pembiayaan netto menjadi Rp1,29 triliun, yang digunakan untuk menutup defisit APBD 2026.

Dalam R-APBD 2026, pendapatan daerah sebesar Rp4,56 triliun. Sedangkan belanja daerah mencapai Rp5,86 triliun Ada defisit Rp1,29 triliun.

Oleh sebab itu, penggunaan SiLPA harus dibarengi perbaikan belanja daerah. Silpa dipakai sebagai bantalan fiskal di 2026. (Red/ys)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *