Ragam  

Isye Adhy Karyono Buka Workshop, Bekali Guru PAUD Tangani ABK di Lingkungan Sekolah

admin
Img 20260423 Wa0157 Copy 1051x701

Surabaya,ANN CO.ID – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Perkumpulan Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini (DPD PP PAUD) Provinsi Jawa Timur Isye Adhy Karyono membuka Workshop Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Lingkungan PAUD yang dilaksanakan di Ruang Hayam Wuruk Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Jl. Pahlawan No. 110 Surabaya, Kamis (23/4).

Isye mengatakan bahwa workshop ini merupakan salah satu upaya DPD PP PAUD Jatim untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi para guru PAUD di Jawa Timur.

“Bismillahirrahmanirrahim Workshop ini saya nyatakan dibuka” kata Isye Adhy Karyono.

Istri dari Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur ini menyampaikan workshop ini digelar sebagai upaya untuk membekali para guru di Lingkungan PAUD dalam menangani ABK yang ada di lembaga pendidikan masing-masing.

Karena diketahui banyak lembaga pendidikan atau sekolah berstatus inklusi yang memberikan pelayanan pendidikan bagi ABK dan non ABK di tempat yang sama.

“Sebagian besar pendidik masih merasa kurang percaya diri karena belum memiliki bekal yang memadai dalam memberikan pendampingan bagi peserta didik mereka yang berkebutuhan khusus,” katanya.

Ia menyebut para pendidik di sekolah-sekolah inklusi ini memerlukan bekal agar dapat memberikan intervensi dan treatment tepat untuk ABK yang ada di lembaga yang ditangani.

Selain itu, menurut Isye para pendidik PAUD ini juga harus memiki dorongan dari dalam diri akan pentingnya pendidikan inklusif sejak usia dini.

“Bagi mereka yang berkebutuhan khusus memang ada treatment treatment atau intervensi khusus yang berbeda, karena ini disatukan dengan yang Non ABK,” ujarnya.
Pentingnya treatment yang tepat bagi ABK, lanjut Isye, akan berdampak positif bagi ABK.

Namun demikian, sebelum treatment dilakukan dibutuhkan deteksi dini yang tepat sehingga intervensi yang diberikan juga akan sesuai dan berdampak.

Isye mengatakan melalui workshop ini para pendidik PAUD juga dibagikan cara mendeteksi dini ABK. Kedepan guru PAUD juga diminta mampu menyusun strategi pembelajaran yang adaptif sesuai dengan kebutuhan ABK.

“Persepsi yang sama dari seluruh pengelola dan pendidik di lingkungan PAUD mengenai penanganan ABK bagaimana anak-anak ini mendapatkan pendidikan yang setara dengan anak-anak yang lainnya,” jelasnya.

Isye menjelaskan treatment dan intervensi yang tepat akan mampu menggali potensi yang dimiliki ABK. Tidak sedikit ABK memiliki kemampuan dan potensi lebih dari anak-anak non ABK sehingga membutuhkan dukungan dan kesempatan untuk berkembang.

“Penampilan luar biasa dari Touch Hearth Band adalah salah satu contoh ABK yang berhasil mendapatkan pendidikan dan treatment yang tepat,” ujarnya.

Oleh sebab itu Isye berharap para guru PAUD dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk benar-benar menimba dan menggali sedalam-dalamnya pengetahuan tentang penanganan ABK di lingkungan PAUD. Ia mengajak para guru PAUD untuk memanfaatkan momentum ini dengan sebaik-baiknya.

“Mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk menggali pengetahuan tentang penanganan ABK sebanyak-banyaknya dan sungguh-sungguh, semoga bermanfaat dan bisa diimplementasikan di masing-masing yayasan atau sekolah yang saat ini ditangani,” pungkasnya. (dms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *