Talita Ramadani Wiryawan, Atlet Binaan PB New Kampret yang Kini Bersinar di Pelatnas dan Raih Golden Ticket Unesa

admin
Img 20260531 Wa0118 Copy 1321x710
Prof. Dwi Cahyo Kartiko, pengurus PB New Kampret sekaligus Wakil Rektor IV Unesa bersama Talita Ramadani Wiryawan

Surabaya,ANN.CO.ID – Nama Talita Ramadani Wiryawan semakin mencuri perhatian di dunia bulutangkis Indonesia. Atlet tunggal putri kelahiran Surabaya, 20 September 2007 itu menunjukkan perkembangan prestasi yang luar biasa sejak bergabung dengan Pelatnas PBSI pada Desember 2024.

Pengurus Persatuan Bulutangkis (PB) New Kampret mengungkapkan bahwa perjalanan Talita menuju level elite nasional tidak diraih secara instan. Atlet muda tersebut memulai karier bulutangkisnya sejak usia 10 tahun bersama PB New Kampret pada periode 2015 hingga 2016.

Berkat penampilan yang menonjol dan sederet prestasi yang diraih, Talita kemudian direkrut oleh klub bulutangkis ternama, Jaya Raya, pada 2017 saat memasuki jenjang sekolah menengah pertama (SMP). Selama menempuh pendidikan SMP hingga SMA, Talita terus mengasah kemampuannya di bawah pembinaan Jaya Raya.

Perjalanan karier Talita tidak selalu berjalan mulus. Sebelum dipanggil masuk Pelatnas, ia sempat mengalami masa sulit setelah gagal lolos Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI. Kekecewaan tersebut bahkan membuatnya sempat ingin berhenti bermain bulutangkis dan kembali ke Surabaya.

Namun, dukungan keluarga menjadi faktor penting yang membuat Talita tetap bertahan. Berkat kesabaran dan motivasi dari orang tuanya, ia kembali fokus berlatih dan berjuang meningkatkan performa di lapangan.

Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. Talita berhasil menyapu bersih lima gelar Sirkuit Nasional (Sirnas) dan menunjukkan konsistensi prestasi yang mengesankan. Capaian itu menjadi salah satu alasan utama PBSI memanggilnya bergabung dengan Pelatnas pada Desember 2024.

Sejak bergabung dengan Pelatnas, perkembangan ranking dunia Talita terbilang sangat pesat. Saat pertama kali masuk Pelatnas, posisinya masih berada di sekitar peringkat 400 dunia. Dalam kurun waktu sekitar satu setengah tahun, atlet muda asal Surabaya itu berhasil melesat hingga menembus peringkat 55 dunia dan menempati ranking dunia 68 versi daftar terbaru yang menjadi kebanggaan tersendiri bagi dunia bulutangkis Indonesia.

“Bagi kami para pengurus PB New Kampret, prestasi Talita sangat membanggakan. Seperti kata Pak Rektor (Rektor Unesa sekaligus pemilik PB New Kampret, Profesor Nurhasan), Talita telah mengharumkan nama New Kampret selaku klub yang menemukan talentanya,” tutur Prof. Dwi Cahyo Kartiko, pengurus PB New Kampret sekaligus Wakil Rektor IV Unesa itu.

Pencapaian tersebut menunjukkan potensi besar yang dimiliki Talita untuk menjadi salah satu andalan Indonesia di sektor tunggal putri pada masa depan. Saat ini, persaingan di sektor tunggal putri Indonesia masih dipimpin oleh Putri Kusuma Wardani. Talita berada di peringkat kedua, kemudian disusul sejumlah pemain muda berbakat lainnya yang terus berkembang di level internasional.

Raih Golden Ticket Unesa

Selain berprestasi di lapangan, Talita juga mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Ia memperoleh jalur khusus atau golden ticket sebagai atlet berprestasi dan kini tercatat sebagai mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Keolahragaan.

Prof. Cahyo menegaskan bahwa kampus yang dikenal sebagai “Rumah Para Juara” tersebut memberikan dukungan penuh kepada atlet nasional maupun atlet berprestasi agar tetap dapat mengembangkan karier olahraga tanpa meninggalkan pendidikan.

Menurut mantan wasit FIBA ini, kurikulum yang diterapkan Unesa bersifat adaptif sehingga memungkinkan mahasiswa atlet menjalani latihan dan kompetisi secara profesional sambil tetap menyelesaikan studi akademiknya.

Saat ini, Talita masih aktif menjalani program Pelatnas di Cipayung, Jakarta, serta mengikuti berbagai turnamen internasional dalam rangka meningkatkan prestasi dan ranking dunia. Dengan usia yang masih sangat muda serta perkembangan performa yang konsisten, Talita Ramadani Wiryawan menjadi salah satu aset berharga bulutangkis Indonesia yang patut diperhitungkan di masa mendatang.

“Dengan talentanya yang luar biasa, masa depan Talita cukup cerah. Saya yakin, dia akan bersinar lebih terang di masa mendatang,” pungkas Prof Cahyo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *