PPNS Jajaki Kerja Sama Dengan UMKM Bojonegoro Berbasis Potensi Loka

admin
Screenshot 20260606 153614 Copy 906x581

Bojonegoro,ANN CO.ID — Upaya penguatan dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Bojonegoro terus diperkuat melalui kolaborasi multipihak.

Kali ini, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) melakukan kunjungan sekaligus Focus Group Discussion (FGD) di Kelurahan Ledok Kulon, Kecamatan Bojonegoro Kota, Sabtu, (5/6/2026) guna menjajaki peluang kerja sama pengembangan UMKM berbasis potensi lokal. Kunjungan rombongan PPNS dipimpin oleh Ir. Ari lendartono bersama jajaran dosen dan mahasiswa lintas jurusan.

Dalam agenda tersebut, rombongan meninjau sejumlah potensi unggulan Kelurahan Ledok Kulon, mulai dari proses produksi arang bakar, sentra tahu, hingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bojonegoro sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, menyambut baik kunjungan tersebut.

Menurutnya, kehadiran perguruan tinggi menjadi momentum penting untuk memperkuat pengembangan UMKM melalui kolaborasi riset, pengabdian masyarakat, hingga pendampingan usaha.

“Ini momentum yang sangat berharga. Kehadiran perguruan tinggi di tengah masyarakat, khususnya di Kelurahan Ledok Kulon, menjadi bentuk perhatian nyata dalam mendukung kemajuan UMKM. Kami berharap pelaku usaha dapat terbuka menyampaikan berbagai
kendala agar dapat dicari solusi bersama,” tutur Cantika Wahono.

Bunda Cantika menjelaskan, sejumlah tantangan yang masih dihadapi pelaku UMKM di Bojonegoro di antaranya keterbatasan akses permodalan, kualitas kemasan dan branding produk, pemasaran yang belum optimal terutama melalui digitalisasi, hingga legalitas dan standarisasi produk.

Karena itu, ia mendorong terbangunnya kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan perguruan tinggi guna menghadirkan inovasi serta solusi konkret bagi pengembangan usaha masyarakat.

“Pemerintah daerah terus melakukan pendampingan agar UMKM naik kelas. Kami memiliki berbagai program kurasi produk agar memenuhi standar pemasaran yang lebih luas, bahkan mampu menembus pasar luar daerah hingga internasional,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Cantika juga memberi motivasi kepada para pelaku UMKM agar terus belajar, terbuka terhadap kerja sama, dan tidak mudah menyerah dalam mengembangkan usaha.

la mencontohkan produk unggulan Tahu Ledok yang telah dikenal masyarakat sejak puluhan tahun lalu dan kini pemasarannya telah menjangkau berbagai daerah seperti Tuban, Blora, hingga Gresik. Ke depan, diharapkan produk lokal Ledok Kulon mampu memiliki jangkauan pasar yang lebih luas.

Sementara itu, pimpinan rombongan PPNS, Ari lendartono, menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan melihat potensi kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama pemerintah daerah dan pelaku UMKM.

Menurutnya, PPNS saat ini tidak hanya fokus pada bidang perkapalan, tetapi juga aktif mengembangkan pengabdian masyarakat di berbagai sektor, termasuk pengelolaan limbah, penguatan bisnis, dan pengembangan UMKM.

“Kami ingin melihat peluang kerja sama yang bisa dikembangkan bersama UMKM di Ledok Kulon. Harapannya, hasil diskusi dan pemetaan kebutuhan ini dapat menjadi dasar pengembangan program riset maupun pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat,” bebernya.

Melalui FGD tersebut, diharapkan lahir berbagai rekomendasi dan solusi aplikatif yang berkelanjutan untuk mendukung penguatan ekonomi masyarakat berbasis UMKM di Kelurahan Ledok Kulon, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat. (Prolopim/Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *