IPSI Jatim Terapkan Standarisasi Latihan Atlet, Targetkan 4 Emas di PON 2028

admin
Img 20260621 Wa0110 Copy 1541x867

Surabaya,ANN.CO.ID – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Timur mulai melakukan langkah strategis dalam mempersiapkan atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Salah satu fokus utama yang dilakukan adalah penerapan standarisasi program latihan dan pembinaan atlet pencak silat di seluruh kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Langkah tersebut mendapat dukungan penuh dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur sebagai bagian dari upaya meningkatkan prestasi pencak silat Jatim pada ajang PON mendatang.

Ketua KONI Jawa Timur, M. Nabil, mengatakan proses rekrutmen atlet Jawa Timur dilakukan melalui empat jalur, yakni pengurus provinsi (pengprov), KONI kabupaten/kota, hasil Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), serta jalur individu yang memiliki potensi prestasi.

“Rekrutmennya ada empat model. Pertama melalui pengprov, kedua melalui KONI kabupaten/kota, ketiga melalui hasil Porprov, dan keempat individu. Siapa pun yang memiliki kemampuan tetap bisa direkrut melalui tahapan yang telah ditentukan,” ujar Nabil.

Menurutnya, pembinaan atlet dilakukan secara berjenjang. Atlet yang sudah berprestasi akan dibina oleh KONI Jawa Timur, sedangkan atlet yang belum berprestasi menjadi tanggung jawab pengurus provinsi cabang olahraga masing-masing.

“Yang kami bina adalah atlet berprestasi. Sementara yang belum berprestasi dibina oleh pengprov. Dalam prosesnya ada promosi dan degradasi yang berjalan terus. Tujuannya agar prestasi Jawa Timur pada PON mendatang lebih baik dibandingkan PON-PON sebelumnya,” katanya.

Nabil menegaskan optimisme terhadap potensi atlet Jawa Timur tetap tinggi karena aktivitas kompetisi olahraga di berbagai daerah terus berjalan secara dinamis.

“Potensi atlet itu ada di mana-mana. Ukurannya adalah kompetisi yang rutin dilakukan. Kegiatan olahraga di daerah tidak ada yang vakum. Itu yang membuat kami optimistis Jawa Timur memiliki kekuatan untuk berprestasi,” ujarnya.

IPSI Jatim Siapkan 40 Atlet Menuju Puslatda

Sementara itu, Ketua IPSI Jawa Timur, Bambang Haryo Soekartono, menjelaskan pihaknya telah mengumpulkan atlet hasil seleksi Kejuaraan Provinsi Piala BHS serta atlet yang saat ini tergabung dalam program Pusat Latihan Daerah (Puslatda).

Total terdapat sekitar 40 atlet yang diproyeksikan menjadi bagian dari persiapan menuju Pra-PON 2027 dan PON 2028.

“Atlet yang sudah diseleksi dari Kejurprov Piala BHS ditambah atlet yang masuk Puslatda Provinsi saat ini berjumlah sekitar 40 atlet. Mereka dipersiapkan untuk menjalani pembinaan dan seleksi yang lebih ketat,” kata Bambang.

Namun sebelum memasuki program pemusatan latihan, seluruh atlet akan menjalani proses standarisasi yang meliputi aspek fisik, teknik, mental, hingga metode pelatihan.

“Semua atlet harus distandarisasikan dari sisi kekuatan fisik, teknik, mental, dan lainnya. Pengelolaan awal akan dilakukan bersama KONI agar ada standar yang sama untuk seluruh atlet dan pelatih di Jawa Timur,” jelasnya.

Standarisasi Latihan Jadi Kunci Pembinaan

Bambang menilai standarisasi program latihan sangat penting agar tidak terjadi perbedaan metode pembinaan antar daerah yang dapat memengaruhi kualitas atlet.

Dengan adanya standar yang seragam, atlet yang kembali berlatih di daerah masing-masing tetap mendapatkan pola pembinaan yang sama dengan standar tingkat provinsi.

“Begitu atlet kembali ke daerah untuk berlatih, mereka sudah memiliki standar yang sama. Setelah itu, masing-masing daerah harus mampu meningkatkan kualitas atlet di atas standar tersebut,” ujarnya.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh Nabil yang menegaskan bahwa keseragaman program latihan menjadi salah satu poin utama dalam pembinaan pencak silat Jawa Timur.

“Yang penting adalah IPSI Jawa Timur membuat standar program dan standarisasi latihan bagi pelatih sehingga ada keseragaman. Jangan sampai terjadi parsialisasi program maupun latihan di masing-masing daerah,” tegasnya.

Piala Gubernur dan Piala Kapolda Jadi Ajang Seleksi Atlet

Untuk memperluas penjaringan atlet potensial, IPSI Jawa Timur juga berencana menggelar sejumlah kejuaraan bergengsi, di antaranya Piala Gubernur Jawa Timur yang direncanakan berlangsung pada September atau Oktober mendatang.

Selain itu, akan digelar pula Piala Kapolda Jawa Timur sebagai wadah kompetisi sekaligus sarana seleksi atlet berbakat dari seluruh daerah.

Menurut Bambang, hasil dari berbagai kejuaraan tersebut akan menjadi dasar pembentukan tim seleksi daerah yang nantinya diproyeksikan memperkuat Jawa Timur pada Pra-PON 2027 dan PON 2028.

“Melalui kejuaraan-kejuaraan ini kami akan menyerap atlet-atlet berprestasi lainnya dan menyatukannya dalam seleksi daerah untuk mendapatkan atlet terbaik yang siap menuju Prapon 2027 dan PON 2028,” katanya.

Target Empat Medali Emas di PON 2028

Dalam persiapan menuju PON 2028, IPSI Jawa Timur juga akan memperkuat program akselerasi pembinaan melalui try out, peningkatan kualitas pelatih, serta penyediaan sarana latihan yang lebih memadai.

Bambang mengungkapkan pihaknya mendapat target dari KONI Jawa Timur untuk meraih empat medali emas pada cabang olahraga pencak silat di PON 2028.

“Kami ditarget oleh Ketua KONI Jawa Timur untuk meraih empat medali emas. Insyaallah target minimal tersebut bisa kami capai,” ujarnya optimistis.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan atlet, IPSI Jawa Timur juga akan melengkapi kebutuhan sarana latihan, termasuk pengadaan lima unit treadmill untuk menunjang peningkatan kondisi fisik atlet.

Dengan sistem rekrutmen terbuka, standarisasi latihan, serta agenda kompetisi yang berkelanjutan, IPSI dan KONI Jawa Timur optimistis mampu mencetak atlet pencak silat berprestasi yang siap bersaing di tingkat nasional dan mengharumkan nama Jawa Timur pada PON 2028.(Ban).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *