Bojonegoro,ANN.CO.ID – Nampaknya satu demi satu penerima manfaat gayatri mulai mengeluarkan uneg unegnya. Mereka menceritakan bagaimana pada awalnya hasil dari produksi ayam gayatri bisa dinikmati untuk menambah penghasilan dan gizi keluarga namun seiring waktu subsidi pakan dari Pemkab Bojonegoro telah habis maka mulailah masa masa kela lam harus dijalani.
Seperti yang disampaikan oleh S salah seorang penerima gayatri dari Kecamatan Kota Bojonegoro yang sekarang bingung karena harga pakan melambung tapi harga telur gayatri menurun. (Senin 29/06/2026)
“Perincian pada bulan April 2026 total ada 1392 telur rata rata 2,5 – 3 Kg kurang sedikit tiap hari. ” ujarnya.
“Makanan 40-45 ribu yang penting telaten dan sepenuh hati merawatnya , Alhamdulillah.”tambahnya.
Namun ketika situasi seperti saat ini ia mulai kewalahan dalam meneruskan gayatri karena berbalik 180 derajat kondisinya.
“Ngeri kalau terus seperti sekarang keadaanya gayatri bisa berakhir.” keluhnya.
“Mestinya harus ada antisipasi kalau pakan naik bukan hanya memberi tanpa memikirkan apabila suatu saat ada lonjakan harga pakan seperti sekarang ini.” bebernya.
Sementara itu Sugeng Handoyo salah satu pemerhati kebijakan publik Bojonegoro mengaku dirinya sering berkomunikasi dengan para penyuluh gayatri dilapangan dan mendengar keluh kesahnya ketika penyuluh mengunjungi penerima gayatri.
“Para penyuluh menyarankan agar penerima gayatri untuk bertahan namun seperti buah simalakama meneruskannya merugi menghentikannya kawatir ayamnya mati, akhirnya para penerima gayatri dalam memberi pakan sebisanya yang penting masih ada ayamnya.” ungkapnya.
Walaupun begitu Pemkab Bojonegoro dengan persetujuan DPRD Bojonegoro tetap akan meneruskan program gayatri yang tentu saja dengan berbagai pertimbangan, koreksi dan evaluasi menyeluruh sehingga akan ditemukan formula yang tepat untuk mengatasi berbagai kendala lapangan.(Her).












