Salatiga,,ANN CO.ID – Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) menggelar sosialisasi sekaligus praktik pembuatan Eco-Enzyme bersama masyarakat di Kelurahan Kutowinangun Kidul, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah organik, khususnya sisa sayuran dan kulit buah, agar tidak hanya menjadi limbah tetapi dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna.
Program ini dilatarbelakangi persoalan sampah organik yang semakin menjadi perhatian setelah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngronggo Salatiga tidak lagi menerima sampah organik mulai 1 Agustus 2026. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN mendorong masyarakat agar mampu mengolah sampah organik secara mandiri dan berkelanjutan.
Sosialisasi dan praktik tersebut melibatkan unsur Karang Taruna serta PKK RW di Kelurahan Kutowinangun Kidul. Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan limbah rumah tangga hingga praktik langsung mengolah sisa sayuran dan kulit buah menjadi Eco-Enzyme.
Rangkaian kegiatan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung pada 19 Juli 2026 dengan materi mengenai pengelolaan limbah rumah tangga, aturan terkait larangan membuang sampah sembarangan, serta upaya mencegah risiko penyakit yang dapat ditimbulkan dari limbah.
Selanjutnya, pada 27 Juli 2026, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai pengertian dan manfaat Eco-Enzyme. Peserta juga diperkenalkan dengan konsep Harga Pokok Produksi (HPP) untuk mengetahui biaya yang diperlukan dalam proses pembuatan Eco-Enzyme sebelum mengikuti praktik secara langsung.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Pengolahan sampah organik menjadi Eco-Enzyme dinilai dapat menjadi salah satu cara memanfaatkan kembali sisa sayuran dan kulit buah agar memiliki nilai guna.
Lurah Kutowinangun Kidul, Nanik Anggraeni, menyambut baik program yang dilakukan mahasiswa KKN Tim II UNDIP tersebut. Ia berharap kegiatan pengelolaan sampah organik dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan diterapkan secara berkelanjutan.
“Dengan adanya program penanganan limbah organik dari mahasiswa UNDIP, semoga program tersebut bisa membantu masyarakat Kutowinangun Kidul dalam mengatasi permasalahan limbah organik,”beber Nanik.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Tim II UNDIP berharap masyarakat tidak hanya memahami pentingnya mengurangi sampah organik, tetapi juga mampu menerapkan pengolahannya secara mandiri di lingkungan masing-masing.
Program tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan masyarakat untuk memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah, sekaligus mengubah limbah organik menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.(Red).












