Bojonegoro,ANN.CO.ID — Sampah plastik tak hanya menjadi persoalan lingkungan bagi masyarakat Desa Tebon, Kecamatan Padangan. Melalui Gerakan Sajak (Sampah untuk Bayar Pajak), sampah plastik yang dikumpulkan warga dimanfaatkan sebagai sarana untuk membayar pajak.
Inovasi tersebut menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro Cantika Wahono saat melakukan kunjungan desa terpadu dan pembinaan administrasi TP PKK di Desa Tebon, Rabu (26/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Cantika bersama jajaran TP PKK Kabupaten meninjau sejumlah kegiatan masyarakat, mulai Posyandu, PAUD, TK, penerima program Gerakan Ayam Petelur Mandiri (Gayatri), lokasi pengelolaan dan daur ulang sampah plastik, hingga rumah lansia yang hidup sebatang kara.
Desa Tebon diketahui memiliki tiga lokasi pengelolaan dan daur ulang sampah plastik. Keberadaan fasilitas tersebut diperkuat dengan Gerakan Sajak yang mengajak masyarakat memilah dan mengumpulkan sampah plastik untuk kemudian dimanfaatkan dalam pembayaran pajak.
Langkah ini diharapkan membuat lingkungan lebih bersih dan tertata sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak.
Selain lingkungan, Cantika mendorong pengembangan Gayatri di tingkat keluarga.
Menurutnya, pemeliharaan sekitar 7-10 ayam petelur dapat membantu memenuhi kebutuhan protein keluarga sekaligus memberikan tambahan penghasilan dari penjualan telur.
“Harapannya Gayatri semakin memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan ekonomi keluarga, dan mendukung pengentasan kemiskinan,” tuturnya.
Cantika juga menekankan pentingnya pencegahan pernikahan anak melalui edukasi keluarga dan pendampingan remaja.
Anak-anak perlu diarahkan pada kegiatan positif, seperti pendidikan, olahraga, seni, budaya, maupun kreativitas digital.
“Kalau anak-anak punya mimpi dan kegiatan positif, mereka akan lebih fokus mengejar prestasi. Ini menjadi tugas kita bersama untuk mendampingi mereka,” imbuhnya.
la menambahkan, berbagai program tersebut sejalan dengan hasil Rakernas X PKK 2025-2030 dan program prioritas Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, terutama dalam ketahanan pangan, kesehatan, penguatan ekonomi keluarga, perlindungan anak, pemberdayaan perempuan, serta kelestarian lingkungan.
“Kita sudah on the track. Tinggal bagaimana ikhtiar ini terus kita kuatkan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” pungkas Cantika.(Red).












