Gubernur Khofifah Hadiri Apel Peringatan Hari Pramuka ke-65 Kwarda Jatim di Unesa, Optimis Pramuka Jadi Penggerak Ketahanan Pangan

admin
Img 20260903 Wa0014 Copy 1183x857

Surabaya,ANN.CO.ID – Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong Gerakan Pramuka perkuat sebagai wadah pembentukan karakter generasi muda, tetapi juga mengambil peran nyata dalam memperkuat ketahanan pangan menuju Indonesia Emas 2045.

Pesan tersebut disampaikan Khofifah saat menghadiri Apel Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 di Lapangan Rektorat Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Rabu (2/9).

Tahun ini, Hari Pramuka mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”.

Khofifah menilai tema tersebut sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini. Menurutnya, ada tiga pesan penting yang terkandung dalam tema tersebut, yakni memantapkan organisasi agar semakin modern dan profesional, mendorong kontribusi nyata terhadap swasembada pangan, serta mempersiapkan generasi muda menjadi pemimpin menuju Indonesia Emas 2045.

“Tema yang ditetapkan Kwartir Nasional tersebut menegaskan tiga arah penting, yaitu memantapkan organisasi agar semakin modern dan profesional, memberikan kontribusi nyata terhadap swasembada pangan, serta menyiapkan generasi muda menjadi pemimpin menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Khofifah menambahkan, tantangan generasi muda ke depan tidak cukup dijawab hanya dengan kecerdasan akademik. Perubahan teknologi yang berlangsung sangat cepat, termasuk perkembangan kecerdasan buatan, menuntut generasi muda memiliki kemampuan beradaptasi sekaligus karakter yang kuat.

“Persaingan global juga membutuhkan generasi yang berkarakter, tangguh, adaptif, mampu bekerja sama, peduli, dan bertanggung jawab. Di sinilah Gerakan Pramuka memiliki peran strategis. Karena Pramuka adalah gerakan pendidikan yang membentuk karakter melalui pengalaman nyata,” katanya.

Ia menjelaskan, proses pendidikan dalam Gerakan Pramuka memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik untuk belajar memimpin, bekerja sama, menyelesaikan persoalan, hidup mandiri, mencintai alam, serta memberikan manfaat bagi sesama.

Khofifah pun menekankan agar nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma tetap menjadi fondasi utama dalam setiap aktivitas kepramukaan. Namun, aktualisasi nilai tersebut harus terus dikembangkan agar relevan dengan tantangan dan kebutuhan generasi di era digital.

“Di dalamnya, adik-adik belajar memimpin, bekerja sama, memecahkan persoalan, hidup sederhana dan mandiri, mencintai alam, serta memberikan manfaat kepada sesama. Karena itu, Tri Satya dan Dasa Darma harus tetap menjadi fondasi, sementara aktualisasinya terus berkembang mengikuti tantangan zaman,” ucapnya.

Khofifah kemudian menyoroti salah satu pesan utama Hari Pramuka tahun ini, yakni dukungan terhadap swasembada pangan. Menurutnya, Jawa Timur memiliki posisi yang sangat strategis karena merupakan salah satu daerah penyangga utama pangan nasional.

Berdasarkan Angka Tetap BPS Provinsi Jawa Timur yang dirilis 2 Februari 2026, luas panen padi Jawa Timur sepanjang 2025 mencapai sekitar 1,84 juta hektare. Dari luasan tersebut, produksi padi mencapai 10,44 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), meningkat 12,60 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Produksi tersebut setara dengan sekitar 6,03 juta ton beras untuk konsumsi pangan penduduk.

Kinerja sektor pangan Jawa Timur juga menunjukkan tren positif pada 2026. Berdasarkan potensi produksi Januari–Oktober 2026, produksi padi Jawa Timur diperkirakan mencapai 9,86 juta ton GKG, atau tumbuh 5,13 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Angka tersebut setara dengan sekitar 5,69 juta ton beras dan menempatkan Jawa Timur sebagai daerah dengan potensi produksi padi tertinggi secara nasional.

Capaian tersebut, kata Khofifah, menjadi peluang bagi Gerakan Pramuka untuk ikut mengambil bagian dalam membangun kesadaran generasi muda mengenai pentingnya ketahanan pangan. Pramuka dapat menjadi ruang edukasi sekaligus praktik nyata bagi generasi muda untuk mengenal pertanian, pangan, lingkungan, dan kemandirian sejak dini.

“Karena itu, saya menyambut baik semangat ‘Satu Gugus Depan, Satu Ketahanan Pangan’ yang dapat disinergikan dengan Program Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan (SIKAP) Provinsi Jawa Timur. Saya juga mengapresiasi kolaborasi Gerakan Pramuka dengan perguruan tinggi, termasuk Universitas Negeri Surabaya, dalam membuka akses pendidikan bagi Pramuka berprestasi,” terangnya.

Khofifah menilai, gerakan tersebut dapat menjadi contoh bagaimana pendidikan karakter di lingkungan Pramuka diintegrasikan dengan kebutuhan strategis daerah dan nasional. Ketahanan pangan, kata dia, bukan hanya urusan pemerintah atau petani, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda.

Khofifah juga mengapresiasi kolaborasi Gerakan Pramuka dengan perguruan tinggi, termasuk Unesa, terutama dalam membuka akses pendidikan bagi anggota Pramuka berprestasi. Menurutnya, kolaborasi antara pendidikan, organisasi kepemudaan, dan pemerintah merupakan investasi penting untuk menyiapkan sumber daya manusia berkualitas.

“Kolaborasi seperti ini harus terus diperluas, karena investasi terbaik bagi masa depan Jawa Timur adalah investasi pada manusia,” ucapnya.

Khofifah berharap Gerakan Pramuka Jawa Timur mampu terus melahirkan generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan memimpin organisasi, tetapi juga mampu menjadi pemimpin di berbagai bidang kehidupan. Nilai-nilai kepramukaan diharapkan tetap melekat dalam setiap langkah pengabdian mereka.

“Generasi yang akan menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045, sekaligus membawa Jawa Timur semakin maju sebagai Gerbang Baru Nusantara. Sekali lagi, Selamat Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026. Teruslah belajar, berkarya, berinovasi, dan mengabdi,” harapnya.

Dalam apel tersebut, Khofifah juga memberikan apresiasi kepada sejumlah tokoh dan pihak yang dinilai memiliki kontribusi terhadap Gerakan Pramuka Jawa Timur. Penghargaan ditandai dengan penyematan Lencana Tanda Penghargaan, antara lain Lencana Melati, Lencana Dharma Bakti, Lencana Karya Bakti, Lencana Pancawarsa Utama, serta penghargaan Pramuka Teladan.

Lencana Melati diberikan kepada Rektor Unesa Nurhasan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai, dan Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Erwin Astha Triyono.

Sementara Lencana Dharma Bakti diberikan kepada Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Akhmad Sruji Bahtiar dan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Lencana Karya Bakti diberikan kepada Kepala Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Sumenep Wahyu Kurniawan Pribadi, sedangkan Lencana Pancawarsa Utama diberikan kepada Mukti Utomo.

Penghargaan Pramuka Teladan diberikan kepada Muhammad Tsani Ainan Salsabyl, Hamdan Farrasy, dan Helga Erdi Valencia.

Selain itu, Khofifah menyerahkan penghargaan atas dukungan terhadap Jalur Prestasi Pramuka Beasiswa 8 Semester kepada Rektor Unesa Nurhasan. Penghargaan juga diberikan kepada Wakil Bupati Trenggalek atas penyelenggaraan Perkemahan Wirakarya Pramuka selama enam tahun berturut-turut.

Pemkot Malang turut menerima penghargaan sebagai Pendukung Kontingen Daerah Jawa Timur pada Jambore Nasional XII Tahun 2026. Sementara Bupati Jember Muhammad Fawait selaku Ketua Mabicab Gerakan Pramuka Kabupaten Jember menerima penghargaan atas dukungan penuh terhadap kontingen cabang pada Jambore Nasional XII Tahun 2026.

Apresiasi juga diberikan kepada para pemenang Festival Ketahanan Pangan dari kategori Siaga, Penggalang, serta Penegak dan Pandega. Khofifah turut menyerahkan penghargaan kepada tiga pemenang Lomba Fotografi Pramuka Produktif.(dms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *