Bojonegoro,Terasbojonegoro.com – Jangan lewatkan event menarik satu ini. Pelaksanaan Festival Ledre (FL) tinggal menghitung hari. Berkonsep menonjolkan potensi lokal, acara menarik ini dirancang melibatkan 50 perajin ledre lokal di Kabupaten Bojonegoro untuk mengangkat kembali warisan kuliner kebanggaan daerah.
Tidak sekadar menjadi ajang perayaan, festival ini juga menjadi wadah apresiasi bagi para perajin yang menjaga eksistensi Ledre.
Camat Purwosari, Kabupaten Bojonegoro Ike Widyaningrum membeberkan agenda Festival Ledre direncanakan Oktober 2026 mendatang. “Festival Ledre, insya Allah tanggal 8 Oktober, mbak. Dipusatkan di Desa Gapluk. Sedangkan Desa Purwosari, Desa Gapluk dan Desa Kuniran rencananya dinobatkan menjadi Kampung Ledre,” ujarnya, Jumat (25/9/2026).
Konsep festival, lanjutnya ialah Launching Kampung Ledre, lalu demonstrasi pembuatan ledre masal dengan melibatkan 50 perajin ledre lokal yang akan memamerkan keahlian secara langsung. Selain itu akan ada pameran UMKM sebagai wadah promosi bagi ragam produk unggulan.
Festival ini diharapkan dapat mendongkrak perekonomian lokal sekaligus memperkuat promosi wisata budaya dan kuliner khas Bojonegoro.
Pada Rabu lalu (16/9/2026) sudah dilaksanakan pengambilan video promosi Ledre di wilayah Kecamatan Purwosari, tepatnya di Rumah Usaha UMKM Ibu Rumyati, Dusun Glagah, Desa Purwosari untuk persiapan Festival Ledre.
Ledre bukan sekadar camilan ringan berbahan dasar pisang yang nikmat di lidah sambil menyeruput kopi pagi. Di balik kerenyahan dan rasa otentiknya, menyimpan cerita, filosofi, harapan, ketekunan dan keterampilan para perajin Ledre.
Kini ledre tidak hanya satu rasa original pisang, tapi dikemas variatif dengan berbagai rasa mengikuti perkembangan dari masa ke masa,(yus).












