Lumajang,ANN.CO.ID – Polres Lumajang Polda Jatim bersama tim gabungan menggelar razia besar-besaran di sejumlah Tempat Hiburan Malam (THM) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (17/10/2026) malam.
Langkah preventif ini dilakukan guna menekan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayah hukum Polres Lumajang Polda Jatim.
Operasi terpadu ini melibatkan personel Satresnarkoba, Satuan Samapta Polres Lumajang, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Lumajang, serta sejumlah instansi terkait.
Petugas menyisir setiap sudut dan ruangan karaoke, serta memeriksa barang bawaan para pengunjung. Selain penggeledahan fisik, petugas juga menggelar tes urine secara acak.
Dari data awal, terdapat delapan pengunjung yang menjalani tes urine dan seluruhnya dinyatakan negatif.
Kendati demikian, petugas menemukan barang bukti narkoba saat memeriksa sebuah ruangan karaoke yang kosong dan tidak terpakai.
Di ruangan tersebut, tim gabungan mendapati lima klip plastik yang diduga berisi sabu beserta satu alat pengisap atau bong.
Kasat Narkoba Polres Lumajang, Iptu Dwi Sugiyanto, membenarkan temuan barang haram tersebut. Namun, pihak pengelola THM mengaku tidak mengetahui asal-usul barang bukti tersebut saat diinterogasi.
“Di room yang kosong dan tidak terpakai, kami menemukan lima klip diduga sabu dan satu bong. Pihak pengelola mengaku tidak tahu. Dugaan awal, ini merupakan klip lama yang tertinggal oleh pengunjung sebelumnya,” ujar Iptu Dwi Sugiyanto.
Meski pemilik barang belum diketahui, pihak kepolisian menegaskan akan tetap melakukan penelusuran mendalam sebagai bagian dari penegakan hukum hukum penyalahgunaan narkotika.
Iptu Dwi menambahkan, razia ini merupakan komitmen nyata Polres Lumajang Polda Jatim dalam menindaklanjuti arahan Kapolri untuk memperkuat pemberantasan narkoba demi menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
“Operasi serupa dipastikan akan kami gelar secara rutin dan berkala,” tegas Iptu Dwi.
Polres Lumajang Polda Jatim juga mengimbau masyarakat untuk aktif melapor jika melihat atau mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait peredaran gelap narkoba di lingkungan sekitar. (Red)
Berita Terkait
10 Personel Pusdokkes Polri dan 200 Brimob NTB Perkuat Penanganan Karhutla di Kalteng, Kapolda: Fokus di 6 Wilayah Rawan Palangka Raya – Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar apel penyambutan personel Bawah Kendali Operasi (BKO), terdiri dari 10 personel Pusdokkes Polri dan 200 Brimob dari Polda NTB untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Hal tersebut disampaikan Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si., saat memberikan keterangan kepada awak media usai apel kesiapan penanganan Karhutla, di Lapangan Barigas, Mapolda setempat, Sabtu (17/10/2026). “Rekan-rekan sekalian, atas perintah bapak Kapolri. Hari ini Polda Kalteng menerima personel BKO dari sebanyak 200 personel Brimob dari Polda NTB, dan juga ada 10 personel Pusdokkes Polri untuk mengoptimalkan upaya penanganan karhutla di seluruh wilayah Kalteng,” ujar Kapolda. Kapolda menjelaskan, 200 personel Brimob tersebut akan memperkuat Satgas Karhutla yang sudah tergelar, namun akan diprioritaskan di enam wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi. “Rencananya personel Brimob dari NTB ini akan membantu atau memperkuat satgas yang sudah tergelar, dengan prioritas enam wilayah yang cukup tinggi penanganan Karhutlanya seperti di Palangka Raya, Pulang Pisau, Kapuas, Katingan, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur,” jelasnya. Irjen Iwan mengungkapkan, meskipun beberapa hari terakhir hujan turun di Kalteng dan api induk (kepala api) sudah berhasil dipadamkan. Namun tugas belum selesai. “Tahap krusial saat ini adalah pembasahan dan pendinginan lahan gambut yang luas agar api tidak muncul kembali,” terangnya. “Pembasahan ini dari luasan yang ada membutuhkan personel yang cukup banyak untuk membasahi lahan yang sudah terbakar. Walaupun masih ada beberapa titik ketika angin cukup besar, muncul kembali api,” tambahnya. Kapolda mencontohkan beberapa titik kepala api yang sudah berhasil diatasi seperti di Jl. Tjilik Riwut Km. 39, Km. 21, 23 Palangka Raya, serta di Tumbang Nusa, Pulang Pisau, yang saat ini dalam tahap pembasahan intensif. Untuk menjaga kesehatan personel di lapangan, 10 personel Pusdokkes Polri akan membentuk pos layanan kesehatan dan rumah oksigen. “Nanti di setiap titik itu, kita juga dibantu oleh Pusdokkes supaya melayani kesehatan anggota yang bertugas dan juga memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan. Mereka akan membentuk rumah oksigen, bisa dipakai untuk masyarakat dan anggota,” tutup Kapolda.(dms)