Ragam  

Sanggar Mbah Guru, Tiga Besar Finalis DPD RI Awards 2026

admin
Img 20261023 Wa0137 Copy 1123x748

Lamongan,ANN.CO.ID – Berawal dari sebuah desa, karya besar bisa menjangkau ribuan orang. Inilah yang ditunjukkan Sanggar Mbah Guru di Desa Jugo, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, yang konsisten melestarikan batik sekaligus membuka ruang pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan. Dedikasi tersebut mengantarkan pendiri Sanggar Mbah Guru Endang Dzunuraini, menjadi salah satu dari tiga besar finalis DPD RI Awards 2026 kategori Pelestari Budaya Daerah.

Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara bersama Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Mohammad Iqbal dan anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama, hadir dalam verifikasi lapangan finalis DPD RI Awards 2026, Jumat (23/10) di Sanggar Mbah Guru. Verifikasi ini dilakukan untuk melihat langsung kiprah dan dampak karya para finalis di daerah.

Wabup yang akrab disapa Mas Dirham menyampaikan apresiasi kepada DPD RI atas penyelenggaraan DPD RI Awards 2026 dengan slogan “Dari Daerah untuk Indonesia”. Menurutnya, ajang tersebut sejalan misi Presiden Prabowo Subianto yakni mendorong ekonomi kerakyatan melalui potensi dan inovasi yang tumbuh di daerah.

“Di Sanggar Mbah Guru, saya melihat ada tiga nilai penting. Pertama, pelestarian budaya batik sebagai warisan budaya bangsa. Kedua, pemberdayaan masyarakat sekitar, terutama ibu-ibu, agar semakin produktif dan memiliki nilai ekonomi. Ketiga, upaya hilirisasi yang memperhatikan lingkungan melalui pemanfaatan pewarna alami yang ditanam sendiri dan penggunaan bahan batik tanpa bahan kimia di sanggar ini,” tutur Mas Dirham.

Mas Dirham berharap Sanggar Mbah Guru dapat meraih hasil terbaik dalam DPD RI Awards 2026 sekaligus menjadi inspirasi bagi pengembangan batik di Lamongan. Menurutnya, pemanfaatan pewarna alami juga membuka peluang pengembangan sektor pertanian melalui budidaya tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan pewarna batik.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPD RI Mohammad Iqbal menjelaskan bahwa pembangunan nasional tidak hanya bertumpu pada pusat, tetapi juga membutuhkan gagasan, inovasi, dan kontribusi nyata dari daerah. DPD RI Awards menjadi salah satu ruang untuk memberikan apresiasi kepada anak bangsa yang menghadirkan dampak bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, hari ini kita melihat langsung kontribusi luar biasa dari Mbak Endang melalui Sanggar Mbah Guru. Dari sebuah desa di Lamongan, ada karya yang memberdayakan masyarakat dan menghidupkan kembali budidaya batik. Ini patut kita apresiasi dan bisa menjadi contoh bagi daerah lain,” ungkapnya.

Pada penyelenggaraan tahun kedua ini, DPD RI Awards memberikan ruang apresiasi bagi putra-putri bangsa yang berkontribusi di berbagai bidang. Dari sekitar 1.500 nominator se-Indonesia, Endang Dzunuraini dari Kota Soto menjadi salah satu kandidat yang masuk tiga besar pada kategori Pelestari Budaya Daerah.

Endang Dzunuraini mengungkapkan, selama kurang lebih 10 tahun, Sanggar Mbah Guru telah menjadi ruang belajar membatik bagi sekitar 20 ribu orang. Sanggar ini mengkolaborasikan pengetahuan dengan karya seni sekaligus menghadirkan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.

“Melalui Sanggar Mbah Guru, kami ingin mengabarkan kepada Indonesia bahwa dari Lamongan ada hal kecil yang bisa membawa dampak besar. Kami berharap batik terus hidup, semakin dikenal, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Endang.

Kehadiran Sanggar Mbah Guru menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat dan kepedulian terhadap lingkungan. Pemkab Lamongan berharap kiprah tersebut terus berkembang, menginspirasi generasi muda untuk melestarikan warisan budaya, serta membuka peluang ekonomi baru melalui pemanfaatan potensi lokal.(Bang).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *