Disnakertrans Jatim Siapkan Tenaga Kerja Kompeten Lewat 10 Paket Pelatihan

admin
Img 20261026 Wa0131 Copy 1280x960
Kadisnakertrans Jatim Sigit Priyanto dan Anggota Komisi E DPRD Prov. Jatim, Rasiyo berfoto bersama para peserta pelatihan berbasis kompetensi di UPT BLK Surabaya

Surabaya,ANN.CO.ID – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur resmi membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Angkatan 6 Tahun Anggaran 2026 di UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Surabaya, Senin (26/10/2026).

Pelatihan ini didanai melalui Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) Jatim Tahun 2026 sebagai bentuk komitmen pemerintah provinsi dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Pembukaan pelatihan diikuti oleh 160 peserta terpilih yang terbagi ke dalam 10 paket kejuruan teknis dan praktis. Kejuruan tersebut meliputi Teknisi Instalasi Tenaga, Servis Sepeda Motor Sistem Injeksi, Plate Welder SMAW 3G, Penggambaran Model 3D dengan CAD, Pembuatan Roti dan Kue, Practical Office Advanced, Customer Service English for Frontliner, Peracikan Minuman Kopi, hingga Pembuatan Sampel Garment.

Acara pembukaan ini dihadiri oleh Anggota Komisi E DPRD Prov. Jatim, Dr. H. Rasiyo, M.Si., Kepala UPT BLK Surabaya, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Darmo, perwakilan Bank Jatim, serta para instruktur dan pejabat struktural maupun fungsional di lingkungan Disnakertrans Jatim.

Dalam sambutannya, Kepala Disnakertrans Jatim Sigit Priyanto menyampaikan apresiasi kepada UPT BLK Surabaya yang secara konsisten menjadi garda terdepan penyiapan tenaga kerja kompeten. Pihaknya menegaskan bahwa pelatihan ini krusial di tengah era transformasi digital, otomatisasi, dan tuntutan green jobs.

“Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur tahun 2026, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Timur berhasil turun menjadi 3,42%. Angka ini menunjukkan tren positif dan penurunan yang konsisten, bukti perekonomian serta penyerapan tenaga kerja di Jatim tumbuh makin inklusif,” ujarnya.

Kendati demikian, Disnakertrans meminta seluruh jajaran BLK untuk tidak cepat berpuas diri dan memastikan pelaksanaan pelatihan dari PAPBD 2026 berjalan tepat sasaran, tepat mutu, serta akuntabel dan efektif.

BLK diharapkan menjadi jembatan (bridge) yang menghubungkan kebutuhan dunia industri (demand) dengan ketersediaan calon tenaga kerja (supply).

Kepada para peserta, Sigit mengingatkan agar memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Pelatihan tidak hanya melatih keterampilan teknis (hard skills), tetapi juga menggembleng kedisiplinan dan etika kerja (soft skills).

“Tujuan akhir pelatihan ini bukan sekadar selembar sertifikat, tetapi kompetensi yang terbukti dan karakter yang kuat. Industri membutuhkan orang yang kompeten, disiplin, dan mau bekerja keras,” tegasnya.

Dikatakannya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen akan terus mengawal dan memfasilitasi para lulusan PBK agar dapat terserap secara optimal di dunia kerja, baik melalui penempatan kerja, program pemagangan, maupun pembentukan wirausaha baru.(Bang).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *