Ragam  

Nasib Tak jelas Warga Terdampak Pembangunan Jembatan Glendeng Mengadu Ke Komisi A DPRD Bojonegoro

admin
Img 20260225 Wa0150 Copy 976x732

Bojonegoro,ANN CO.ID – Jembatan Glendeng Desa Kalirejo Kecamatan Kota Bojonegoro Jawa Timur yang sudah hampir 30 tahun selesai pembangunanya masih menyisakan duka bagi 27 Keluarga di desa itu.

Pasalnya ke 27 keluarga tersebut terdampak relokasi pembagunan jembatan sejak tahun 1996 itu saat ini menempati TKD (Tanah Kas Desa) tanpa kepastian dan kejelasan hukum dan terancam tergusur apabila sewaktu waktu pihak desa membutuhkan tanah TKD tersebut.

Warga terdampak mengadukan permasalahan menahun itu kepada Komisi A DPRD Bojonegoro untuk mencari solusi dan langkah rekomendasi yang bisa ditempuh. (Rabu 25/02/2026)

Salah seorang warga mengatakan bahwa ia dan warga terdampak lainnya hanya menerima uang bongkar dan pemindahan pada saat relokasi ke TKD tanpa mendapatkan ganti rugi tanah.

“Tanah yang kami tempati sekarang tidak dapat kami sertifikatkan karena tanah TKD. ” keluhnya.

“Sudah hampir 30 tahun tanpa kejelasan dan kepastian hukum. ” tambahnya.

Sudah berulang kali warga melakukan mediasi dengan pihak terkait yaitu Pemdes setempat Kecamatan dan mediasi dengan BPN namun tanpa membuahkan hasil yang nyata.

Mereka berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Bojonegoro baik Eksekutif maupun Legislatif memberikan sebuah solusi konkret masalah ini dan langkah mengadukan permasalahan mereka kepada wakil rakyat merupakan tindakan yang tepat.

Sementara Sekretaris Desa Kalirejo Weli Teguh Saputro yang juga hadir dalam hearing tersebut mengakui bahwa memang benar warga terdampak selama ini menempati TKD.

“Statusnya masih TKD yaitu bengkok carik dan administrasinya belum tuntas sejak relokasi sampai sekarang. ” terangnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Joko Lukito mengatakan ia akan berkonsultasi kepada Kementerian Dalam Negeri.

“Akan mencari solusi ke Kementerian Dalam Negeri karena regulasi dulu dan kini tidak selaras .” bebernya.

Warga terdampak kini menantikan penyelesaian masalah tersebut yang sudah berpuluh puluh tahun mengambang dan sudah berkali kali berganti pucuk pimpinan namun hasilnya kira kira.(Her).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *