Tahun Ajaran Baru, Pemkot Surabaya dan Densus 88 Perkuat Perlindungan Anak di Sekolah

admin
Img 20260709 Wa0054 Copy 1391x927

Surabaya,ANN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan memperkuat edukasi bagi orang tua dan peserta didik pada tahun ajaran baru 2026/2027 melalui kerja sama dengan Densus 88 Antiteror (AT) Polri.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat perlindungan anak dari paparan paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme, khususnya di ruang digital.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi usai menerima penghargaan dari Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Penghargaan itu diserahkan oleh Kepala Satuan Tugas Wilayah (Kasatgaswil) Jawa Timur Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Pol Samsul Priasmoro, di ruang kerja Wali Kota, Balai Kota Surabaya, Rabu (8/7/2026).

Ia menuturkan bahwa sinergi antara Pemkot Surabaya dan Densus 88 akan terus diperkuat melalui program edukasi yang menyasar sekolah, orang tua, dan peserta didik seiring dimulainya tahun ajaran baru.

“Kami (Pemkot Surabaya) dengan Densus 88 akan terus bersinergi dan kebetulan ini (memasuki) tahun ajaran baru 2026/2027,” kata Wali Kota Eri.

Ia mengungkapkan telah menginstruksikan Dinas Pendidikan (Dispendik) serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) untuk memfasilitasi kegiatan edukasi tersebut.

“Saya sampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan DP3APPKB untuk memberikan materi terutama kepada orang tua, kepada anak-anak,” ujarnya.

Menurutnya, materi edukasi akan disampaikan langsung oleh personel Densus 88 AT Polri. Salah satu fokusnya adalah meningkatkan pemahaman orang tua dalam mendampingi aktivitas digital anak, termasuk penggunaan gawai.

“Nanti yang memberikan materi beliaunya (Densus 88), bagaimana terhadap anak, bagaimana mempelajari mungkin gawainya anak. Itu yang nanti akan disampaikan oleh beliau-beliaunya,” jelasnya.

Selain menyasar peserta didik, Wali Kota Eri menyebut bahwa program ini juga difokuskan kepada orang tua untuk memperkuat pola pengasuhan di lingkungan keluarga. “Jadi kami bersinergi (Densus 88) dengan memberikan materi-materi kepada orang tua dan masuk ke sekolah-sekolah,” katanya.

Melalui edukasi tersebut, Pemkot Surabaya berharap para orang tua semakin memahami pentingnya membangun komunikasi yang baik dengan anak sebagai upaya mencegah berbagai pengaruh negatif.

“Sehingga anak-anak dan lebih khusus orang tua menyadari bagaimana mereka mendidik anak, bagaimana anak-anak ini butuh kasih sayang orang tua, bagaimana ada deep talk orang tua dengan anak,” tuturnya.

Wali Kota Eri menilai penguatan peran keluarga menjadi salah satu kunci untuk mencegah anak terpapar paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.

“Itu yang diperlukan sehingga hal-hal yang seperti ini (radikalisme) tidak terjadi,” pungkasnya.(Bang).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *