Surabaya,ANN.CO.ID – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Republik Indonesia, H.E. Mr. Redouane Houssaini, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (3/8).
Berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi, pertemuan membahas berbagai potensi kerja sama yang saling menguntungkan, mulai dari perdagangan, investasi, industri manufaktur, pertanian, perikanan, pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, pertukaran budaya, hingga peluang pembentukan _sister province_.
Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa Jawa Timur memiliki posisi yang sangat strategis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional. Sebagai provinsi dengan kontribusi ekonomi terbesar kedua di Indonesia sekaligus gerbang utama kawasan timur Indonesia, Jawa Timur didukung oleh sektor industri manufaktur yang kuat, pertanian modern, perikanan, perdagangan, logistik, serta sumber daya manusia yang kompetitif.
Ia menambahkan, berbagai keunggulan tersebut sangat potensial dipadukan dengan kekuatan yang dimiliki Kerajaan Maroko sehingga mampu melahirkan kolaborasi yang produktif dan berkelanjutan.
“Kami menerima kunjungan kehormatan Yang Mulia Duta Besar Kerajaan Maroko. Banyak hal produktif yang kami bahas, mulai dari perdagangan, industri manufaktur, agro, perikanan, pendidikan termasuk peluang beasiswa ke Maroko, hingga berbagai kerja sama strategis lainnya,” ujar Khofifah.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyambut baik berbagai peluang kerja sama yang ditawarkan Pemerintah Kerajaan Maroko dan siap menindaklanjutinya melalui komunikasi yang lebih intensif agar segera diwujudkan dalam bentuk program yang konkret.
“Kami menyambut baik peluang kerja sama ini. Ke depan akan kami tindak lanjuti melalui komunikasi yang lebih intensif sehingga kolaborasi yang dibangun benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Jawa Timur maupun Kerajaan Maroko,” katanya.
Khofifah menambahkan, hubungan Indonesia dan Maroko sesungguhnya dibangun di atas fondasi sejarah yang kuat. Kedua negara memiliki ikatan persahabatan yang telah terjalin sejak masa perjuangan bangsa-bangsa Asia-Afrika memperjuangkan kemerdekaan, dan semakin diperkuat melalui kunjungan kenegaraan Presiden Soekarno ke Kerajaan Maroko pada tahun 1960.
“Hubungan Indonesia dan Maroko bukan hubungan yang baru. Kedua negara memiliki sejarah panjang yang dibangun atas semangat persahabatan dan perjuangan bersama. Fondasi sejarah itu menjadi modal yang sangat kuat untuk memperluas kerja sama di berbagai bidang pada masa sekarang,” tuturnya.
Pada sektor pendidikan, Khofifah menyoroti warisan intelektual Kerajaan Maroko yang dikenal dunia melalui Universitas Al-Qarawiyyin di Kota Fez, yang didirikan pada tahun 859 M oleh Fatimah Al-Fihri bersama saudarinya, Maryam Al-Fihri. Universitas tersebut diakui sebagai salah satu perguruan tinggi tertua yang masih beroperasi hingga saat ini.
Menurut Khofifah, kiprah kedua tokoh perempuan tersebut menunjukkan bahwa tradisi keilmuan, inovasi, dan pemberdayaan perempuan telah menjadi bagian penting dalam sejarah peradaban Maroko.
“Bagi kalangan akademisi, Fatimah Al-Fihri dan Maryam Al-Fihri merupakan inspirasi besar. Mereka menunjukkan bahwa perempuan mampu menjadi penggerak lahirnya peradaban ilmu pengetahuan yang memberi manfaat lintas generasi,” jelasnya.
Dalam pertemuan tersebut, Duta Besar Kerajaan Maroko juga menyampaikan belasungkawa atas musibah tenggelamnya Kapal Motor Penumpang Mutiara Santosa II di perairan Madura. Ia turut menyampaikan simpati kepada keluarga korban serta memberikan apresiasi terhadap berbagai capaian pembangunan Jawa Timur, khususnya dalam bidang pemberdayaan perempuan, pembangunan sosial, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Khofifah menyampaikan terima kasih atas perhatian dan solidaritas yang diberikan Pemerintah Kerajaan Maroko.
“Kami menyampaikan terima kasih atas kunjungan kehormatan sekaligus ungkapan belasungkawa dari Yang Mulia Duta Besar Kerajaan Maroko atas musibah kecelakaan kapal Mutiara Santosa II. Saat ini proses evakuasi masih terus berlangsung. Dari lima korban yang telah dievakuasi, satu orang terkonfirmasi meninggal dunia dan telah teridentifikasi sebagai warga Tulungagung. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un,” ungkapnya.
“Semoga almarhum dipanggil Allah SWT dalam keadaan husnul khatimah dan seluruh korban lainnya yang masih dalam proses evakuasi diberikan keselamatan serta kondisi yang baik,” imbuhnya.
Sementara itu, Duta Besar Kerajaan Maroko H.E. Mr. Redouane Houssaini menilai Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan potensi ekonomi yang sangat besar dan memiliki posisi strategis untuk membangun kemitraan jangka panjang dengan Maroko.
Ia menjelaskan bahwa pembahasan dalam pertemuan tidak hanya berfokus pada peningkatan hubungan perdagangan dan investasi, tetapi juga mencakup pengembangan pendidikan, pertukaran budaya, smart city, serta penjajakan pembentukan sister province sebagai wadah kerja sama yang lebih komprehensif.
“Kami mendiskusikan banyak peluang kerja sama antara Maroko dan Jawa Timur dalam bidang ekonomi, perdagangan, pertukaran budaya, pendidikan hingga pengembangan smart city. Saat ini kami juga mulai membahas kerangka kerja sama yang akan menjadi dasar kemitraan yang saling menguntungkan atau win-win cooperation,” terangnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kerajaan Maroko juga membuka peluang beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa asal Jawa Timur sebagai bagian dari penguatan hubungan pendidikan kedua pihak. Selain itu, tengah dijajaki penyusunan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) sebagai landasan implementasi berbagai bentuk kerja sama yang telah dibahas.
Menurut Redouane Houssaini, kedekatan sejarah, budaya, dan hubungan persahabatan antara Indonesia dan Maroko merupakan modal penting untuk memperkuat kemitraan di masa depan.
“Kami optimistis hubungan yang mulai dibangun bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan berkembang menjadi kerja sama konkret yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Maroko maupun Jawa Timur,” pungkasnya.(dms)












