Surabaya,ANN.CO.ID – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menanam 100 pohon bersama guru dan murid serta menyerahkan bantuan pendidikan afirmasi bagi 224 murid di SMKN 4 Kota Probolinggo, Selasa (3/11).
Kegiatan yang dirangkaikan dengan peninjauan program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) tersebut merupakan bagian dari peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Dalam kesempatan ini, Gubernur Khofifah didampingi Wali Kota Probolinggo Aminuddin dan Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari.
Sebanyak 100 pohon yang ditanam terdiri atas mangga, alpukat, dan kelengkeng. Gubernur Khofifah juga melihat langsung pelaksanaan program SIKAP melalui kegiatan budi daya cabai, terong, seledri, tomat, dan kangkung yang dilakukan para murid.
Menurut Khofifah, lingkungan sekolah dapat menjadi ruang pembelajaran sekaligus sarana untuk memperkuat ketahanan pangan. Pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah, termasuk melalui pemanfaatan polibag ketika lahan terbatas.
“SIKAP inilah yang dikembangkan di semua SMA/SMK, negeri maupun swasta, SLB negeri maupun swasta, se-Jawa Timur. Kita harapkan bahwa ketahanan pangan bisa kita maksimalkan melalui media tanam yang memungkinkan. Jadi kalau nggak ada yang di atas lahan langsung, maka bisa di polibag,” kata Gubernur Khofifah.
Gubernur Khofifah menilai tanaman yang dibudidayakan menggunakan polibag menunjukkan hasil yang baik. Pemanfaatan media tanam tersebut menjadi salah satu pilihan bagi sekolah untuk mengembangkan kegiatan budidaya sesuai ketersediaan ruang.
“Jadi melalui SIKAP, kita ingin bagaimana sekolah-sekolah itu menjadi bagian pembelajaran dan penguatan terwujudnya ketahanan pangan di Indonesia dimulai dari sekolah-sekolah di Jawa Timur,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Khofifah turut meninjau pameran hasil program SIKAP Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Probolinggo. Pameran menghadirkan sembilan stan dengan 32 jenis produk dari sejumlah satuan pendidikan.
Selain SMKN 4 Kota Probolinggo, satuan pendidikan yang berpartisipasi meliputi SMKN 1 Sumber, SMAN 1 Sumber, SMAN 1 Gending, SMKN 2 Kraksaan, SMKN 3 Probolinggo, SMKN 1 Probolinggo, SMAN 4 Probolinggo, SMKN 1 Dringu, SMAN 1 Dringu, SLB Sinar Harapan 2 Kota Probolinggo, serta SLBN Kraksaan.
Produk yang ditampilkan beragam, mulai dari komoditas hortikultura seperti kentang, tomat, dan wortel hingga produk pangan olahan berupa minuman bunga telang, ikan marinasi, dimsum, dan puding.
Selain memperkuat pembelajaran ketahanan pangan, Gubernur Khofifah juga menyaksikan proses pencairan bantuan biaya pendidikan bagi murid afirmasi. Bantuan diberikan kepada 224 murid dari jenjang SMA, SMK, dan SLB, masing-masing sebesar Rp1 juta.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada 20 murid. Dukungan ini ditujukan untuk meringankan biaya pendidikan bagi keluarga penerima sekaligus membantu murid melanjutkan sekolah.
“Kita ini keliling ke semua kabupaten/kota yang bisa kita jangkau untuk bisa memastikan bahwa ada beasiswa afirmasi. Di Probolinggo ini ada 224. Mereka adalah dari desil 1 sampai 4,” terangnya.
Langkah ini, disebut Gubernur Khofifah merupakan intervensi Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memastikan setiap anak dapat menjalani wajib belajar. Sehingga, pembangunan SDM dapat lebih merata di semua lapisan sosial.
“Kita harapkan tidak ada alasan mereka untuk kemudian berhenti atau putus sekolah karena ada persoalan-persoalan ekonomi. Ini kami beri untuk melancarkan, melangsungkan, dan melanjutkan pendidikan mereka,” ungkapnya.
“Maka di sini, kawan-kawan, bisa melihat anak-anak dari berbagai SMA, SMK, SLB yang ada di Kota Probolinggo. Jadi proses pencairannya melalui Bank Jatim tapi dikasih dalam bentuk cash. Dan ini sudah mendapatkan apesiasi dari banyak lembaga,” pungkas Gubernur Khofifah.(dms)












