PASS ISYA menyediakan Berbagai Kebutuhan Pokok dan melindungi daya beli Masyarakat

admin
1793692872680677912035212821139 Copy 607x318

Bojonegoro,ANN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus memperkuat langkah nyata menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus melindungi daya beli masyarakat. Salah satunya melalui program PASS ISYA’ (Pasar Murah Setelah Sholat Isya’).

Kegiatan ini memadukan pelayanan ekonomi, kegiatan keagamaan, dan kepedulian sosial dalam satu rangkaian kegiatan.

PASS ISYA di di halaman Masjid Al A’la, Desa Guyangan, Kecamatan Trucuk, Senin (2/11/2026) dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Nurul Azizah.

Dalam kegiatan ini, warga tidak hanya mendapatkan akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga memperoleh manfaat dari berbagai layanan sosial dan keagamaan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sholat Isya berjamaah, dilanjutkan pemberian santunan kepada anak yatim dan lanjut usia (lansia), penyerahan simbolis insentif bagi petugas keagamaan masjid, serta pengajian kebangsaan yang disampaikan oleh Kapolres Bojonegoro.

Wakil Bupati Nurul Azizah dalam kesempatan tersebut memaparkan sejumlah program prioritas pemerintah daerah, khususnya di bidang kesehatan, pertanian, dan kesejahteraan sosial.

Ia menjelaskan, kondisi kemampuan keuangan daerah saat ini mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi tersebut mendorong Pemkab Bojonegoro untuk melakukan penyesuaian anggaran dengan mengutamakan program yang memberikan manfaat langsung dan dapat dirasakan masyarakat.

Di sektor kesehatan, Pemkab Bojonegoro terus mendorong peningkatan kualitas dan jangkauan pelayanan. RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro telah mengembangkan sejumlah layanan unggulan, mulai pelayanan jantung, saraf, penanganan kanker, hingga terapi sel punca atau stem cell.

Selain itu, Pemkab juga berupaya memperluas fasilitas pelayanan cuci darah di sejumlah rumah sakit daerah. Upaya ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat memperoleh layanan kesehatan sekaligus mengurangi kebutuhan rujukan pasien ke luar daerah.

Sementara di sektor pertanian, Pemkab berencana menjalin kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam pengembangan bibit padi unggul.

Kerja sama tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan petani.

Komitmen pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat juga diwujudkan melalui berbagai program sosial.

Di antaranya pemberian bantuan bagi takmir masjid dan marbot, santunan anak yatim dan lansia, serta penyediaan program beasiswa bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Ali Mustofa menyampaikan bahwa PASS ISYA’ tidak sekadar menghadirkan pasar murah, tetapi juga menjadi wujud kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi fungsi masjid.

“Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga berperan dalam memperhatikan kesejahteraan jamaah dan lingkungan sekitarnya,” bebernya.

Manfaat kegiatan tersebut turut dirasakan masyarakat. Sutini (60), salah satu warga yang hadir, mengaku terbantu dengan adanya pasar murah yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Kebutuhan seperti beras, minyak goreng, dan gula jadi yang paling banyak dicari warga,” tandasnya.

Program ini diharapkan dapat menjadi ruang interaksi antara pemerintah dan masyarakat sekaligus memperluas manfaat keberadaan masjid sebagai pusat ibadah, kegiatan sosial, dan pemberdayaan umat.(Yus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *