Bojonegoro,ANN.CO.ID – Menggerakkan roda ekonomi dari tingkat desa kini bukan sekadar wacana di Kabupaten Bojonegoro.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, denyut nadi perekonomian kembali dipacu agar lebih hidup dan berdaya saing.
Langkah nyata ini diwujudkan melalui gelaran Pasar Rakyat Tahun 2026 yang mengusung tema, “Menggerakkan ekonomi lokal, menguatkan UMKM, mewujudkan masyarakat bahagia, makmur, dan membanggakan”.
Pasar Rakyat tahun ini tidak hanya menjadi wadah transaksi jual beli, melainkan sarana strategis untuk promosi produk unggulan daerah, perluasan akses pasar, serta instrumen pengendalian inflasi daerah.
Untuk menunjang hal tersebut, pemerintah memfasilitasi 50 stand UMKM yang diisi oleh para pelaku usaha mikro. Lebih dari sekadar pasar, acara ini menghadirkan layanan publik terpadu dari berbagai instansi, mulai dari layanan Nomor Induk Berusaha (NIB), layanan cek kesehatan gratis (CKG), pendaftaran Kartu Pedagang Produktif, hingga layanan perbankan.
Tidak berhenti di situ, daya tarik acara semakin diperkuat dengan adanya Operasi Pasar Murah yang melibatkan langsung Bulog. Terdapat pula inovasi sosial-religius bernama “Pass Isya” atau Pasar Setelah Sholat Isya, Pasar sembako murah yang digelar dimasjid setelah sholat isya’, sebuah program yang lahir dari sinergi bersama antara DMI (Dewan Masjid Indonesia) dan FKUB.
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, yang hadir membuka langsung kegiatan ini, menegaskan visinya bahwa Bojonegoro tidak boleh hanya bertumpu pada keunggulan hasil pertanian, tetapi juga harus berjaya di sektor UMKM.
Ia mendorong setiap kepala desa untuk menggali serta menemukan minimal satu produk keunggulan dari wilayahnya masing-masing.
Produk-produk unggulan desa inilah yang nantinya akan dikurasi, difasilitasi perizinannya, dan dibantu pemasarannya guna menciptakan identitas daerah atau branding yang kuat.
Sesi perdana pasar rakyat ini ditempatkan di lapangan Desa Ngeraseh, Kegiatan yang dimeriahkan oleh penampilan kesenian dan grup band lokal ini beroperasi dari sore hari, yakni pukul 16.00 hingga 21.00 WIB.
Agar manfaat ekonomi ini merata, Pasar Rakyat 2026 didesain untuk berjalan sebanyak 6 sesi di 6 kecamatan yang berbeda.
Berikut adalah jadwal lengkap pelaksanaannya:
6–8 November: Lapangan Desa Ngraseh, Kecamatan Dander
13–15 November: Lapangan Desa Pekuwon, Kecamatan Sumberrejo
20–22 November: Lapangan Desa Baureno, Kecamatan Baureno
27–29 November: Lapangan Desa Senganten, Kecamatan Gondang
4–6 Desember: Lapangan Desa Bakalan, Kecamatan Tambakrejo
11–13 Desember: Lapangan Desa Sumberjo, Kecamatan Malo.
Dengan sinergi lintas sektor yang apik, Pasar Rakyat 2026 membawa pesan dan harapan kuat. Seperti yang ditegaskan oleh Bupati Wahono, kemakmuran masyarakat harus diraih terlebih dahulu, karena dari kemakmuran itulah akan lahir kebanggaan yang sejati bagi Kabupaten Bojonegoro.(Red).












