Evaluasi SAKIP Untuk Memastikan Prencanaan Hingga Capaian kinerja Perangkat Daerah

admin
17916209067629134475309744250566 Copy 600x400

Bojonegoro,ANN.CO.ID – Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan bahwa evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Tahun 2026 harus memperkuat kualitas perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan program pembangunan. Yakni yang berorientasi pada hasil serta manfaat nyata bagi masyarakat.

“Perencanaan harus berorientasi pada kemanfaatan. Anggaran yang kita gunakan harus menghasilkan kinerja dan manfaat yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tutur Bupati Setyo Wahono saat memberikan arahan pada kegiatan evaluasi SAKIP Kabupaten Bojonegoro oleh KEMENPANRB Tahun 2026 yang dilaksanakan di ruang Angling Dharma lt.2 Gedung Pemkab Bojonegoro, Jumat (9/10/2026).

Dalam kegiatan hadir Bupati Bojonegoro Setyo Wahono,Wakil Bupati Nurul Azizah, Sekretaris Daerah Edi Susanto, Staf Ahli Bupati, Asisten Setda Bojonegoro, kepala OPD, dan Camat se-kabupaten Bojonegoro.

Menurut Bupati, evaluasi SAKIP menjadi bagian penting untuk memastikan keterkaitan antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan program, dan capaian kinerja perangkat daerah.

Karena itu, seluruh tahapan tersebut perlu dicermati secara berkelanjutan agar program pemerintah berjalan efektif, tepat sasaran, dan sesuai dengan tujuan pembangunan.

Bupati juga menekankan pentingnya menindaklanjuti masukan dan rekomendasi tim evaluator sebagai bahan perbaikan tata kelola pemerintahan.

Evaluasi tidak semestinya dipandang hanya sebagai proses penilaian administratif, tetapi menjadi sarana untuk mengidentifikasi kekurangan sekaligus mendorong peningkatan kinerja perangkat daerah.

Selain itu, pelaksanaan program harus memperhatikan keberlanjutan manfaat bagi masyarakat. Kebijakan dan penggunaan anggaran daerah perlu dirancang tidak hanya untuk menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga mendukung kepentingan generasi mendatang.

“Setiap tahapan, mulai dari perencanaan, penganggaran hingga implementasi program, harus terus kita cermati. Tujuannya agar anggaran yang digunakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Melalui evaluasi SAKIP 2026, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro diharapkan semakin memperkuat budaya kerja yang berorientasi pada hasil, meningkatkan akuntabilitas kinerja aparatur, serta memastikan setiap program pembangunan memberikan kontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.

Penguatan tersebut sejalan dengan komitmen Pemkab Bojonegoro untuk mewujudkan pemerintahan yang efektif, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.(Yus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *