Ragam  

Grebek Gunungan Warnai Rangkaian HUT RI Ke-81 Desa Kapas

admin
Img 20260905 Wa0136 Copy 914x1195

Bojonegoro,Terasbojonegoro.com -:Menutup rangkaian kegiatan HUT Kemerdekaan RI ke 81 tahun 2026 Pemerintah Desa Kapas Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur mengadakan acara Grebeg Gunungan bertempat di lapangan Desa Kapas.(Sabtu 05/08/2026).

Acara yang menjadi agenda tetap tahunan Pemdes Kapas tersebut dihadiri oleh Camat Kapas beserta jajaranya,Kapolsek Kapas,Danramil Kapas,Kepala Desa Kapas beserta perangkatnya,BPD Kapas serta ribuan warga Desa Kapas yang antusias memadati tempat acara.

Ada yang menarik dalam Grebeg Gunungan kali ini yaitu tema yang diusung panitia adalah Desa Kapas Jadul tahun 70an dan 80an dimana masyarakat mengenakan outfit di era tersebut dan tambahan aksesoris yang relevan di tahun 70an dan 80an.

Dalam sambutannya Zenny Bachtiyar mengatakan agar kerukunan tetap dijaga dan memuji tema yang diusung oleh panitia kegiatan grebeg gunungan kali ini.

“Konsep ini sangat bagus bernostalgia mengingatkan kita di suasana masa lalu dimana jarang sekali tema jadul diangkat kembali.” ujarnya.

Sementara itu Singgih Kepala Desa Kapas menyampaikan bahwa kegiatan grebeg gunungan ini sebagai ungkapan rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan oleh Tuhan YME.

“Kegiatan ini juga merupakan komitmen kita bersama untuk kemajuan Desa Kapas serta membangun tali silaturahmi,kerukunan dan kebersamaan warga Desa Kapas.” terangnya.

Walaupun antusias warga masyarakat sangat tinggi namun suasana aman dan kondusif tetap terjaga dengan bantuan keamanan oleh anggota Polsek Kapas dan anggota Koramil Kapas.

“Alhamdulillah suasana aman walaupun ribuan masyarakat memadati tempat ini dan kegiatan diadakan di malam hari yang menandakan masyarakat semakin sadar akan menjaga suasana tetap kondusif.” kata Sulikan Babinsa Kapas.

Pemilihan tema kegiatan grebeg gunungan yang mengangkat suasana tempo dulu merupakan langkah Pemdes Kapas untuk flash back bagi generasi milenial agar disamping menatap masa depan juga harus mengetahui suasana dan atmosfer dari masa ke masa agar romantisme historis tetap diingat oleh generasi kekinian seperti kata Bung Karno Jasmerah (jangan melupakan sejarah).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *