Gubernur Khofifah Tinjau Rumah Penerima Bantuan Renovasi Rutilahu di Probolinggo, Wujudkan Hunian Layak dan Nyaman bagi Keluarga Kurang Mampu

admin
Img 20261104 Wa0115 Copy 1539x1024

Probolinggo,ANN CO ID – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung rumah warga penerima bantuan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Selasa (3/11).

Dalam kunjungannya, Gubernur Khofifah menemui dan berbincang dengan Musripa (51), salah satu penerima bantuan yang selama ini harus tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan akibat kerusakan pada sejumlah bagian bangunan.

Kehadiran Khofifah tidak hanya untuk memastikan bantuan renovasi berjalan sesuai kebutuhan, tetapi juga memberikan dukungan kepada keluarga penerima manfaat. Dengan didampingi Bupati Probolinggo Muhammad Haris dan perwakilan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jatim, Khofifah mendengarkan langsung cerita Musripa mengenai kondisi rumah dan kehidupan keluarganya.

“Di rumah tinggal dengan siapa?” tanya Khofifah saat berbincang dengan Musripa.

Musripa kemudian menceritakan kondisi rumah yang ditempatinya bersama suami dan seorang anak disabilitas grahita. Suaminya sehari-hari bekerja sebagai tukang becak. Dengan penghasilan keluarga yang terbatas, memperbaiki rumah secara mandiri menjadi tantangan tersendiri.

Sebelum menerima bantuan, sejumlah bagian rumah Musripa mengalami kerusakan. Atap rumah yang jebol dan kondisi kamar mandi yang tidak layak membuat hunian tersebut kurang memberikan rasa aman dan nyaman bagi keluarga.

“Atap jebol dan kamar mandi tidak layak,” ungkap Musripa.

Mendengar cerita tersebut, Khofifah bersama Musripa, Bupati Probolinggo, dan pihak BAZNAS kemudian melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya proses renovasi rumah.

Musripa menjadi salah satu dari dua warga Kecamatan Kraksaan yang menerima bantuan renovasi Rutilahu masing-masing sebesar Rp 25 juta. Penerima lainnya adalah Bahri, warga Kelurahan Sidopekso, Kecamatan Kraksaan.

Setiap penerima memperoleh bantuan yang bersumber dari kolaborasi BAZNAS Provinsi Jawa Timur sebesar Rp20 juta dan BAZNAS Kabupaten Probolinggo sebesar Rp5 juta. Sinergi tersebut menjadi bentuk kepedulian bersama untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, khususnya tempat tinggal yang layak.

Khofifah mengatakan, program Rutilahu tidak sekadar berorientasi pada perbaikan fisik bangunan. Lebih dari itu, renovasi harus memperhatikan kelayakan hunian secara menyeluruh, mulai dari kekuatan bangunan, keamanan, ketersediaan sanitasi, hingga kesehatan lingkungan tempat tinggal.

“Pemerintah terus menghadirkan hunian yang layak, sehat, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat. Bagaimana kondisi bangunannya, apakah sanitasinya memadai atau tidak, kita upayakan hal tersebut,” ujar Khofifah.

Ia menambahkan, rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar yang sangat menentukan kualitas hidup masyarakat. Hunian yang layak tidak hanya berfungsi sebagai tempat berlindung dari panas dan hujan, tetapi juga menjadi ruang bagi keluarga untuk tumbuh, beristirahat, serta menjalani kehidupan sehari-hari dengan sehat dan nyaman.

Pemenuhan kebutuhan rumah layak huni, khususnya bagi masyarakat miskin dan kelompok rentan, perlu terus menjadi perhatian pemerintah. Melalui program Rutilahu, masyarakat diharapkan memperoleh tempat tinggal yang lebih aman sekaligus terhindar dari risiko kesehatan maupun keselamatan akibat kondisi bangunan yang tidak memadai.

“Tentu harapannya kebutuhan dasar masyarakat terkait rumah layak huni terutama untuk warga miskin di Jawa Timur dapat terpenuhi,” ungkapnya.

Khofifah juga menekankan pentingnya memperluas jangkauan program Rutilahu melalui kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan BAZNAS. Menurutnya, sinergi berbagai pihak diperlukan agar semakin banyak keluarga yang membutuhkan dapat memperoleh bantuan perbaikan rumah.

Ia berharap proses renovasi dapat diselesaikan sesuai target sehingga penerima manfaat bisa segera menempati rumah yang lebih layak. Namun, percepatan pekerjaan juga harus tetap memperhatikan kualitas hasil pembangunan agar rumah benar-benar aman dan nyaman untuk dihuni.

“Penguatan dan perluasan Rutilahu harus membangun sinergi bersama BAZNAS. Kuncinya sinergi, sinergi, sinergi. Selain itu, ditargetkan sebelum Hari Raya Idulfitri,” jelasnya.

Peninjauan rumah Musripn menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Gubernur Khofifah dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Melalui program Rutilahu, Pemprov Jatim bersama BAZNAS dan pemerintah daerah berupaya menghadirkan pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah.

Sementara itu, Musripa menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian Gubernur Khofifah serta program bedah rumah yang didukung BAZNAS Kabupaten Probolinggo dan BAZNAS Provinsi Jawa Timur.

Ia mengungkapkan, bantuan ini menjadi harapan baru bagi keluarganya untuk dapat tinggal di rumah yang lebih aman dan nyaman. Ia mengaku bersyukur karena renovasi rumah yang selama ini sulit diwujudkan kini dapat segera dilakukan berkat dukungan berbagai pihak.

“Saya bersama suami yang sehari-hari bekerja sebagai tukang becak dan satu anak mengucapkan terima kasih. Kami bahagia dan bangga sudah dibantu bedah rumah sehingga bisa tinggal dengan layak,” pungkasnya.(dms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *