Bojonegoro,ANN CO.ID – Setelah di di beritakan oleh beberapa media tentang penganggaran mobil dinas sebesar Rp7 miliar, Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, akhirnya angkat bicara.
Setyo Wahono mengatakan bahwa penganggaran tersebut akan dihentikan sementara waktu.
“Anggaran itu kita hold dulu, dan saya tidak mau menerima mobil dinas yang baru,” katanya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pada 10 Februari 2025.
Menurutnya, meskipun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bojonegoro cukup besar, namun masih banyak keperluan lain yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Kabag Umum, Helmi Ali Fikri, melalui sambungan aplikasi WhatsApp menjelaskan bahwa DPA 2025 ini merupakan perencanaan tahun sebelumnya.
“Itu adalah perencanaan anggaran tahun 2024. Adapun pelaksanaannya dan realisasinya pada tahun 2025 tentunya akan mempertimbangkan efisiensi anggaran.” Terangnya singkat.
Sebelumnya penganggaran mobil dinas sebesar Rp7.095.000.000 tersebut menuai kritik dari masyarakat. Salahsatunya adalah Agung Edi Wardoyo, Ketua LSM PIJAR, menyatakan bahwa pengadaan mobil dinas baru seharusnya ditunda karena kendaraan dinas yang ada masih dalam kondisi layak pakai.
“Anggaran Rp7 miliar untuk mobil dinas Pemkab Bojonegoro seharusnya diprioritaskan untuk hal-hal yang lebih mendesak, seperti penanganan banjir, pengembangan UMKM, dan sektor pendidikan,” katanya.
Agung Edi Wardoyo menegaskan bahwa ketiga sektor tersebut jauh lebih prioritas daripada pengadaan mobil dinas baru.(Red/Tim).












