Surabaya,ANN.CO.ID – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, menegaskan bahwa Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) menjadi momentum penting bagi madrasah untuk mengenali karakter, potensi, bakat, dan cita-cita setiap murid baru.
Melalui kegiatan tersebut, madrasah diharapkan mampu memberikan pendampingan yang tepat agar setiap murid dapat tumbuh menjadi generasi unggul, beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.
“Setiap anak memiliki potensi, keinginan, kemauan, dan cita-cita yang harus dikembangkan. Tugas kita adalah membantu mereka mengenali dan mengoptimalkan potensi tersebut agar tumbuh menjadi generasi yang unggul,” katanya saat memberikan arahan dalam pembukaan MATAMUDA Tahun Pelajaran 2026/2027 di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Senin (13/7).
Ia menambahkan, masa ta’aruf merupakan kesempatan bagi madrasah untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak awal murid memasuki lingkungan pendidikan.
Menurutnya, murid perlu dibimbing untuk mencintai Allah SWT dan Rasulullah SAW, memahami dirinya, menghargai sesama, serta memiliki kecintaan terhadap ilmu pengetahuan.
“Ilmu menjadi bekal untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Karena itu, masa ta’aruf harus menjadi awal tumbuhnya semangat belajar, membiasakan salat berjamaah, menghormati diri sendiri dan orang lain, serta menerapkan pola hidup sehat melalui olahraga dan kebiasaan hidup bersih,” pesannya.
Bahtiar juga mengapresiasi pelaksanaan MATAMUDA yang mengedepankan suasana madrasah yang ramah, aman, dan menyenangkan.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu membangun kedekatan antara murid baru dengan lingkungan madrasah, guru, serta seluruh warga madrasah.
Menyambut tahun pelajaran 2026/2027, Kementerian Agama mengubah istilah Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) menjadi Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA).
Perubahan istilah tersebut bukan sekadar pergantian nama, melainkan bagian dari transformasi pendidikan madrasah yang menempatkan murid sebagai subjek utama pembelajaran sekaligus memperkuat implementasi Program Madrasah Ramah Anak.
Pembukaan MATAMUDA dilaksanakan secara serentak pada Senin (13/7/2026). Di Jawa Timur, kegiatan dipusatkan di Aula Kanwil Kemenag Jatim dan berlangsung secara luring maupun daring.
Seluruh jenjang madrasah, mulai dari Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA), baik negeri maupun swasta yang berjumlah sekitar 21.475, mengikuti kegiatan melalui Zoom Meeting dan siaran langsung kanal YouTube resmi Kemenag Jatim.
Mengusung tema SENYAMAN (Sehat, Aman, Nyaman, dan Menyenangkan), pelaksanaan MATAMUDA di Jawa Timur menjadi momentum untuk membekali murid dengan pemahaman dan pengalaman positif dalam menciptakan lingkungan madrasah yang sehat, aman, nyaman, dan menyenangkan.
Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jatim, Sugiyo, menegaskan bahwa pelaksanaan MATAMUDA harus berlangsung tanpa praktik perpeloncoan maupun segala bentuk kekerasan.
Menurutnya, kegiatan masa pengenalan lingkungan madrasah harus menjadi ruang bagi murid untuk membangun kebersamaan dan rasa saling menghargai.
“MATAMUDA harus menghadirkan suasana yang menyenangkan. Penguatannya adalah saling mengenal, saling menghargai, saling mencintai, dan saling menyayangi untuk membangun kebersamaan di lingkungan madrasah,” ucapnya.
Sugiyo juga mengajak seluruh guru, panitia, mentor, narasumber, dan pengawas madrasah untuk berkolaborasi memberikan pengalaman belajar yang positif bagi murid baru.
Selain itu, ia mendorong penguatan nilai-nilai moderasi beragama sebagai bekal membentuk generasi yang berkarakter menuju Indonesia Emas 2045.
Rangkaian pembukaan MATAMUDA di Kanwil Kemenag Jawa Timur turut dimeriahkan dengan penampilan murid-murid madrasah berprestasi. Berbagai pertunjukan seni ditampilkan, mulai dari menyanyi, nembang Jawa, mendalang, tari tradisional, hingga kemampuan menjadi pembawa acara (MC).(Bang).












