Menuju Generasi Emas 2045 Bojonegoro Perkuat Literasi Libatkan 600 Siswa

admin
17900871377693716595353723004695 Copy 625x468

Bojonegoro,ANN.CO.ID – Penguatan literasi digital di kalangan pelajar terus didorong melalui kolaborasi berbagai pihak. Program Literasi Digital yang dilaksanakan melalui kemitraan antara ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah menyasar 20 sekolah mitra dengan melibatkan sekitar 600 siswa dan 20 guru bertempat di Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro, Selasa 22 September 2026.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat di bidang literasi digital sekaligus membangun kemampuan generasi muda agar mampu memanfaatkan teknologi secara aman, etis, dan produktif.

Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah M. Imam Akbar menyampaikan, program diawali dengan survei di 20 sekolah mitra untuk memperoleh data dasar mengenai kondisi literasi digital pelajar.

Hasil survei tersebut diharapkan dapat menjadi baseline dalam melihat kondisi sekaligus kebutuhan penguatan literasi digital di Kabupaten Bojonegoro.

“Dari hasil survei, indeks literasi digital dari 20 sekolah mitra mencapai 75,1 dari 100. Data ini menjadi baseline yang dapat digunakan untuk melihat bagaimana penguatan indeks literasi digital di Kabupaten Bojonegoro,” tuturnya.

Selain menghasilkan data, program ini juga melahirkan modul literasi digital dan kelompok verifikator. Guruguru dari sekolah mitra mendapatkan pelatihan agar mampu menjadi pendamping sekaligus membantu siswa memahami pemanfaatan teknologi secara aman, etis, dan produktif.

Sementara itu, perwakilan Exxon Mobil Cepu Limited (EMCL) Wahyu Sadewo mengatakan, program tersebut berangkat dari keprihatinan terhadap banyaknya hoaks dan konten negatif di ruang digital.

Menurutnya, peningkatan akses internet perlu diikuti dengan peningkatan kemampuan masyarakat dalam memahami, menyaring, dan berinteraksi dengan berbagai informasi yang tersedia di dunia digital.

“Program ini dilakukan di 20 sekolah dengan sekitar 600 siswa. Harapannya, para siswa dapat menjadi champion yang membawa lebih banyak konten positif dan kreativitas di dunia internet,” imbuhnya.

EMCL juga menekankan pentingnya keberlanjutan program melalui pendampingan yang lebih luas. Ke depan, pengembangan pendampingan peer-to-peer antar siswa diharapkan dapat memperkuat peran pelajar sebagai penggerak literasi digital di lingkungan sekolah.

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, dalam sambutannya menekankan pentingnya kemampuan pelajar dalam memilih dan memilah informasi di tengah derasnya arus konten digital.

Menurutnya, penggunaan internet perlu diimbangi dengan karakter, etika, serta kemampuan memastikan kebenaran informasi.

“Anak-anak diharapkan bisa memilih dan memilah mana informasi yang baik, tidak hanya mengikuti sesuatu karena kesenangan sesaat,” pesan Nurul Azizah kepada para pelajar.

la juga mengajak para guru dan orang tua untuk bersama-sama memberikan pendampingan kepada generasi muda. Pendidikan karakter dan pemanfaatan teknologi secara positif menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi emas 2045.

Program Literasi Digital ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat berkembang melalui pendampingan dan kolaborasi yang lebih luas. Penguatan peran siswa sebagai penggerak konten positif juga menjadi salah satu arah pengembangan program ke depan.

Kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha, organisasi kepemudaan, guru, orang tua, dan pelajar diharapkan mampu menciptakan ekosistem digital yang sehat serta mendorong lahirnya generasi muda Bojonegoro yang berkarakter, kreatif, produktif, dan beretika dalam memanfaatkan teknologi.(Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *