Pemkab Bojonegoro Dorong kolaborasi lintas sektor untuk merealisasikan gerakan penanaman pohon terencana dan berkelanjutan

admin
Screenshot 20261025 083155 Copy 674x423 1

Bojonegoro,ANN.CO.ID — Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memperkuat komitmen pelestarian lingkungan melalui gerakan penghijauan dan reboisasi hutan.

Upaya ini menjadi langkah strategis untuk mengatasi kondisi hutan yang gundul, mengurangi dampak kekeringan, serta menjaga kelestarian alam demi keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, saat menghadiri peluncuran Wisata TEKAD (Trip Edukasi, Kemah, Adventure, dan Dolanan) di Geosite Banyu Kuning, Desa Krondonan, Kecamatan Gondang, Sabtu (24/10/2026).

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyoroti kondisi sejumlah kawasan hutan yang masih gundul dan membutuhkan perhatian bersama. Menurutnya, potensi alam Bojonegoro harus dijaga melalui langkah nyata, salah satunya dengan menanam kembali pohon di kawasan yang membutuhkan penghijauan.

“Pembangunan tidak cukup hanya dengan seremonial. Kita perlu aksi nyata untuk menjawab persoalan lingkungan di masyarakat. Karena itu, mari bersama sama melakukan penanaman pohon dan menjaga kelestarian hutan,” menjadi pesan utama dalam arahannya.

Targetkan Penanaman Satu Juta Pohon pada 2027 Sebagai tindak lanjut, Pemkab Bojonegoro mendorong kolaborasi lintas sektor untuk merealisasikan gerakan penanaman pohon secara terencana dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, pihak Asper BKPH Kecamatan Gondang, Tito Murbo Santoso menyampaikan kesiapan mendukung program penghijauan.

KPH Bojonegoro menyediakan sekitar satu juta bibit pohon untuk mendukung kegiatan reboisasi, dengan rencana penanaman pada area seluas kurang lebih 2.300 hektare pada tahun 2027.

Selain itu, Wakil Bupati juga mendorong gerakan penanaman satu juta pohon di Kabupaten Bojonegoro pada 2027 sebagai bagian dari upaya bersama memulihkan kawasan hutan dan meningkatkan kualitas lingkungan.

Rencana penanaman akan dikoordinasikan bersama Perhutani, perangkat daerah terkait, para camat, pemerintah desa, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).

Masyarakat dan kalangan pendidikan juga diharapkan terlibat aktif dalam kegiatan penghijauan tersebut.

Prioritaskan Penghijauan di Kawasan Strategis.

Sebagai langkah awal, penghijauan direncanakan menyasar kawasan di sepanjang jalan menuju Desa Krondonan dan wilayah sekitarnya yang membutuhkan penanaman kembali. Penentuan lokasi selanjutnya akan dikoordinasikan dengan pihak terkait agar pelaksanaan reboisasi berjalan efektif dan tepat sasaran.

Penanaman pohon direncanakan berlangsung pada musim hujan, antara bulan Februari 2027 disebut sebagai waktu yang diproyeksikan dalam koordinasi awal. Waktu dan lokasi pelaksanaan akan ditindaklanjuti melalui koordinasi antarpihak.

Pemkab Bojonegoro berharap keterlibatan seluruh unsur dapat menjadikan gerakan penghijauan sebagai kegiatan berkelanjutan, bukan sekadar agenda seremonial. Dengan demikian, pohon yang ditanam dapat tumbuh dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan.

Jaga Hutan, Pulihkan Lingkungan, Sejahterakan Masyarakat .

Reboisasi tidak hanya berkaitan dengan penanaman pohon, tetapi juga menjadi bagian penting dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem, meningkatkan tutupan vegetasi, serta mendukung ketahanan lingkungan terhadap dampak kekeringan.

Kelestarian alam juga menjadi modal penting dalam pengembangan pariwisata berbasis potensi lokal, termasuk Geosite Banyu Kuning. Lingkungan yang terjaga akan memperkuat daya tarik wisata alam sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Melalui sinergi pemerintah daerah, Perhutani, pemerintah desa, komunitas, pelajar, dan masyarakat, Kabupaten Bojonegoro diharapkan mampu membangun gerakan penghijauan yang konsisten dan berdampak jangka panjang.

Wakil Bupati Nurul Azizah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil bagian dalam menjaga hutan dan lingkungan. Sebab, keberhasilan reboisasi bukan hanya diukur dari jumlah pohon yang ditanam, melainkan juga dari keberlanjutan perawatannya hingga tumbuh menjadi hutan yang hijau dan lestari.(Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *