Bojonegoro,ANN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus mendorong pembinaan generasi muda yang memiliki kecintaan terhadap Al-Our’an sekaligus berprestasi.
Salah satunya melalui pelaksanaan Musabagah Tilawatil Our’an (MTO) tingkat Kabupaten Bojonegoro yang menjadi ruang bagi para peserta untuk mengembangkan potensi dan kemampuan di bidang AlOur’an.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula STAI At-Tanwir Talun Kecamatan Sumberrejo dan diikuti ratusan peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Bojonegoro, Rabu, 30 September 2026.
Berdasarkan data panitia, jumlah peserta mencapai sekitar 250 orang yang mengikuti sejumlah cabang perlombaan. Pelaksanaan MTO juga dibagi dalam beberapa zona sebagai bagian dari proses penjaringan peserta berprestasi.
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menyampaikan bahwa kegiatan MTO tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga bagian dari upaya membangun kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an.
Menurutnya, pembinaan secara berkelanjutan penting dilakukan untuk menemukan dan mengembangkan bibit-bibit potensial dari berbagai wilayah.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita mencari bibit-bibit yang memiliki potensi dan kemampuan. Mereka kemudian dibina agar ke depan dapat terus berprestasi dan membawa nama baik Bojonegoro,” ucapnya.
Wakil Bupati juga mendorong adanya keseimbangan antara pendidikan umum dan pendidikan agama. Perubahan paradigma masyarakat saat ini menunjukkan semakin kuatnya perhatian orang tua terhadap pendidikan anak, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga kemampuan keagamaan.
Hal tersebut sejalan dengan upaya memberikan ruang dan penghargaan kepada anak-anak yang memiliki prestasi di bidang Al-Guran. Potensi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu modal bagi generasi muda dalam melanjutkan pendidikan maupun mengembangkan kemampuan mereka di masa depan.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Bojonegoro Dian Rokhmawati Ikhtiorini menyampaikan bahwa, pelaksanaan MTO mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Pendaftaran yang semula dibuka hingga 20 September 2026 tercatat mencapai sekitar 240 peserta, kemudian bertambah hingga sekitar 250 peserta setelah adanya permintaan tambahan dari masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, Kementerian Agama, serta berbagai unsur masyarakat dalam memperkuat pembinaan generasi Ourani di Kabupaten Bojonegoro.
Dengan adanya pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, Pemkab Bojonegoro berharap semakin banyak lahir generasi muda yang memiliki kemampuan di bidang Al-Our’an, berprestasi, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Pembinaan tersebut sekaligus menjadi investasi sumber daya manusia untuk mewujudkan generasi Bojonegoro yang memiliki keseimbangan antara kompetensi pendidikan umum, karakter, dan nilai-nilai keagamaan.(Yus).












