Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2026 di Jatim, Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Bahagiakan dan Jaga Lansia Bermartabat

admin
Img 20260529 Wa0091 Copy 1149x1120

Malang,ANN CO.ID – Kemeriahan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026 di Jawa Timur (Jatim) dikemas melalui berbagai kegiatan menarik dalam agenda bertajuk Sapa Lansia Jawa Timur Sejahtera (Jawara) yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim di kawasan Pasar Bentoel dan Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Netra (UPT RSBN) Malang milik Dinas Sosial (Dinsos) Jatim, Jumat (29/5/2026).

Suasana penuh kebahagiaan mewarnai Halun 2026 bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, di mana ratusan lansia menikmati beragam layanan gratis. Pada saat yang sama, puluhan ribu lansia mendapatkan manfaat Program Perlindungan Jaminan Sosial sebagai langkah konkret untuk mewujudkan Lansia Jawara yang lebih sejahtera, terlindungi, dan berkualitas.

Peringatan HLUN 2026 ini juga terlaksana melalui kolaborasi berbagai pihak. Pemprov Jatim melalui Dinas Sosial (Dinsos) Jatim bekerja sama dengan Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jatim, RSUD Dr. Saiful Anwar Malang, RS Mata Masyarakat (MM) Surabaya, Sekolah Rakyat, Dinas Koperasi Jatim, serta Pemkot Malang sebagai tuan rumah yang memfasilitasi kelancaran kegiatan HLUN 2026 di Jatim. Selain itu, Dinsos Jatim juga menggandeng berbagai komunitas lansia, di antaranya Komisi Daerah (Komda) Lansia, Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI), Komunitas Wanita Usia Lanjut (WULAN), dan Komunitas Lansia Restu.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah menegaskan, perhatian terhadap lansia harus terus diperkuat melalui berbagai program yang mendukung kualitas hidup mereka. Menurutnya, lansia merupakan bagian penting masyarakat yang harus tetap mendapatkan ruang untuk hidup sehat dan bahagia. “Peringatan HLUN ini menjadi momentum untuk memastikan para lansia di Jatim tetap sehat, aktif, mandiri, dan bahagia menjalani masa tua,” katanya.

Di kawasan Pasar Bentoel, Gubernur Khofifah menyapa satu per satu pedagang lansia yang masih aktif berjualan sembari membagikan zakat produktif. Percakapan hangat mengalir di sela aktivitas pasar. Ada yang tetap setia menjual makanan kecil, ada pula yang masih bersemangat menawarkan dagangan meski usia tidak lagi muda. Usai dari Pasar Bentoel, suasana hangat juga terasa di UPT RSBN Malang. Ratusan lansia berkumpul mengikuti berbagai layanan sosial, kesehatan, hingga kegiatan pemberdayaan ekonomi.

Bagi sebagian orang, usia lanjut identik dengan masa istirahat. Namun, bagi para lansia di Pasar Bentoel dan lansia pelaku UMKM, usia senja justru menjadi bukti bahwa semangat hidup tidak pernah benar-benar padam. Mereka tetap bekerja, berkarya, dan berupaya mandiri.

Sebagai bentuk dukungan, Gubernur Khofifah menyerahkan bantuan zakat produktif kepada 100 pedagang lansia di Pasar Bentoel dan lansia pelaku UMKM di sekitar UPT RSBN Malang. Masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp 500 ribu untuk membantu mengembangkan usaha kecil yang mereka jalankan. Selain itu, bantuan sembako juga diberikan kepada 250 lansia. Daging kurban turut disalurkan kepada seluruh lansia yang hadir dalam peringatan HLUN 2026 di Jatim.

Gubernur Khofifah menilai para lansia tetap memiliki semangat dan potensi besar untuk terus berkarya di tengah masyarakat. “Lansia harus terus diberi ruang untuk berdaya karena pengalaman dan semangat mereka menjadi kekuatan penting dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.

Perhatian terhadap kesehatan lansia juga menjadi bagian penting dalam peringatan HLUN 2026 di Jatim. Di area Posyandu Lansia, para lansia tampak antre tertib menjalani pemeriksaan kesehatan gratis. Sebanyak 100 lansia mendapatkan layanan kesehatan hasil kolaborasi IKA Unair bersama RSUD Dr. Saiful Anwar Malang.

Selain layanan kesehatan umum, para lansia juga antusias mengikuti pemeriksaan mata gratis. Sebagian mengaku penglihatannya mulai kabur saat membaca maupun beraktivitas sehari-hari. Melalui layanan pemeriksaan mata dan pembagian 100 kacamata baca dari RSMM Surabaya, para lansia memperoleh bantuan yang sangat bermanfaat untuk mendukung aktivitas mereka. Tak cukup sampai di situ, Pemprov Jatim juga memberikan alat bantu mobilitas kepada lansia yang mengalami keterbatasan gerak.

Di sudut lain, layanan fisioterapi gratis dari UPT RSBN Malang juga dipadati lansia. Petugas dengan sabar membantu para lansia menjalani terapi untuk menjaga kebugaran tubuh dan mengurangi keluhan fisik yang kerap muncul seiring bertambahnya usia.

Kemeriahan kegiatan juga terasa melalui Program Angkringan Lansia yang melibatkan 40 pedagang lansia untuk menyajikan berbagai makanan dan minuman. Selain itu, stan UMKM Lansia turut memamerkan hasil karya para lansia binaan UPT Klaster Lansia Dinsos Jatim, mulai dari kerajinan tangan, produk makanan olahan, hingga hasil panen inovasi Ladangku. Seluruh sajian tersebut dapat dinikmati para lansia secara gratis.

Kemeriahan peringatan HLUN 2026 semakin terasa saat Pentas Seni Lansia dimulai. Musik mengalun, para lansia bernyanyi bersama, sementara lainnya menikmati hiburan dengan penuh kegembiraan. Di area lain, layanan Salon Lansia juga dipadati peserta yang ingin menikmati potong rambut gratis sehingga membuat mereka merasa lebih segar dan percaya diri.

Semestinya perhatian kepada lansia tidak hanya dilakukan saat momentum HLUN, tetapi juga terus diperkuat melalui berbagai program berkelanjutan Pemprov Jatim. “Di luar peringatan HLUN, Gubernur Khofifah juga terus memberikan perhatian khusus kepada lansia,” jelasnya.

Salah satunya melalui bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus yang diperuntukkan bagi lansia berusia di atas 70 tahun dalam keluarga penerima PKH reguler. Pada tahun 2026, tercatat sebanyak 54 ribu lansia di Jatim menerima bantuan PKH Plus dengan total anggaran mencapai Rp 108 miliar. Masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp 2 juta yang dicairkan dalam empat tahap.

Selain itu, bantuan permakanan bagi lansia yang tinggal di Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKSLU) juga terus diberikan. Pada tahun 2026, bantuan tersebut disalurkan kepada lima LKSLU di berbagai wilayah Jatim dengan jumlah penerima sebanyak 100 lansia senilai Rp 457,5 juta.

Pemprov Jatim juga memberikan layanan rehabilitasi sosial dasar bagi lansia telantar melalui tujuh UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha (PSTW) milik Dinsos Jatim, yakni UPT PSTW Jombang, Blitar, Pasuruan, Magetan, Bondowoso, Jember, dan Banyuwangi.

pada peringatan HLUN 2026 di Jatim, perhatian Gubernur Khofifah tidak hanya difokuskan kepada generasi muda agar memaknai sejak diniperhatian kpd lansia

“Senilai Rp 3,645 miliar bantuan sosial juga disalurkan oleh Gubernur Khofifah untuk Kota Malang. Hal ini menjadi bentuk kepedulian dalam memastikan seluruh kelompok masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, masyarakat miskin, serta kelompok rentan lainnya, dapat merasakan perhatian dan pelayanan yang lebih inklusif di tengah momentum HLUN 2026 di Jatim,” terangnya.

Melalui peringatan HLUN 2026, Gubernur Khofifah ingin menyampaikan pesan bahwa perhatian dan kepedulian terhadap para lansia akan terus dihadirkan. Sejalan dengan tema HLUN 2026, Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh, Jawa Timur Sejahtera, diharapkan para lansia dapat terus berperan aktif, sehat, mandiri, dan produktif sehingga menjadi bagian penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat serta kemajuan Jawa Timur dan Indonesia.(ws)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *