Perkuat infrastruktur pendukung sektor pertanian, Pemkab Bojonegoro Terus Bangun Jalan Usaha Tani

admin
17895480101043293042719898684609 Copy 600x451

Bojonegoro,ANN.CO.ID – Para petani Bojonegoro akan semakin mudah dalam hal akses pertanian. Karena Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro terus memperkuat infrastruktur pendukung sektor pertanian melalui pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT). Program ini sekaligus mendukung kelancaran aktivitas pertanian.

Pada tahun ini, DKPP menargetkan pembangunan JUT dengan total panjang kurang lebih 27.500 meter yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Bojonegoro. Memasuki September 2026, pembangunan JUT masih dalam tahapan konstruksi.

JUT dibangun untuk memberikan akses yang lebih mudah bagi petani, terutama dalam mobilitas menuju lahan pertanian maupun pengangkutan sarana dan hasil produksi pertanian.

Dengan akses yang semakin baik, diharapkan aktivitas petani menjadi lebih efisien.

Dalam pelaksanaannya, satu paket pembangunan JUT memiliki panjang kurang lebih 148 meter.

Pembangunan dilakukan berdasarkan usulan dan kebutuhan di lapangan dengan tetap memperhatikan kriteria lokasi yang telah ditetapkan.

Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Perlindungan Tanaman DKPP Kabupaten Bojonegoro, Yuseriza A. Leksana, menjelaskan, pembangunan JUT tidak hanya mempertimbangkan usulan kelompok tani, tetapi juga memastikan kesiapan dan status lahan yang akan digunakan.

“Kelompok tani yang mengajukan harus melalui proposal. Kemudian lokasi yang diajukan harus sesuai dengan kriteria dan lahannya clean and clear,” tandasnya.

Salah satu persyaratan penting adalah kepastian status lahan. Apabila pembangunan JUT berada di atas lahan milik pribadi, pemilik lahan harus bersedia menghibahkan lahannya untuk pembangunan jalan.

Ketentuan tersebut diperlukan agar pembangunan infrastruktur dapat berjalan lancar dan tidak menimbulkan persoalan terkait status maupun pemanfaatan lahan di kemudian hari.

Menurutnya, kepastian lahan menjadi bagian penting dalam proses pembangunan JUT. Dengan lahan yang telah jelas statusnya, pemerintah dapat memastikan infrastruktur yang dibangun benar-benar dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat dan mendukung aktivitas pertanian secara berkelanjutan.

Pembangunan JUT diharapkan tidak sekadar menghadirkan jalan baru, tetapi juga membuka akses yang lebih mudah bagi petani. Infrastruktur tersebut menjadi penghubung antara lahan pertanian dengan akses transportasi, sehingga mobilitas petani, distribusi sarana produksi, hingga pengangkutan hasil pertanian dapat semakin lancar.

Melalui pembangunan JUT secara bertahap, Pemkab Bojonegoro terus berupaya menghadirkan infrastruktur pertanian yang sesuai kebutuhan di lapangan.

Program ini diharapkan turut meningkatkan efisiensi usaha tani dan memberikan manfaat langsung bagi petani di Kabupaten Bojonegoro.(Yus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *