Bali,ANN.CO.ID – Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, mengungkapkan rasa syukurnya setelah berhasil membawa Bajul Ijo menjuarai Piala Presiden 2026.
Gelar tersebut diraih usai Persebaya mengalahkan Persib Bandung melalui drama adu penalti dengan skor 6-5, setelah bermain imbang 1-1 hingga babak tambahan pada partai final di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kamis (6/8/2026) malam.
Pada pertandingan yang berlangsung tanpa kehadiran penonton itu, Persebaya lebih dulu membuka keunggulan lewat gol Muhammad Ramadhan Sananta pada menit ke-20. Gol tersebut tercipta setelah Sananta memanfaatkan umpan silang dari Rachmat Irianto.
Keunggulan Bajul Ijo tak bertahan lama. Tiga menit berselang, Persib Bandung menyamakan kedudukan melalui Patricio Matricardi. Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir dan tidak berubah selama babak tambahan, sehingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.
Dalam babak tos-tosan, kiper Reza Arya yang masuk menggantikan Ernando Ari pada babak kedua tampil sebagai pahlawan. Ia berhasil menggagalkan dua eksekutor Persib sehingga Persebaya memastikan kemenangan 6-5 sekaligus mengangkat trofi juara.
Usai pertandingan, Bernardo Tavares mengaku lega sekaligus bahagia karena timnya mampu mengakhiri laga dengan kemenangan. Ia mengingat pengalaman kurang menyenangkan yang pernah dialaminya dalam adu penalti, sehingga hasil kali ini menjadi momen yang sangat berarti.
“Sebenarnya saya sudah mengalami pengalaman yang buruk, tapi hari ini saya sangat senang karena kita menang. Kami memiliki beberapa peluang bagus, kami memiliki lebih banyak kesempatan daripada tim lawan,” ujar Tavares.
Pelatih asal Portugal itu juga menyoroti kondisi fisik kedua tim yang dinilainya belum berada pada level terbaik. Menurutnya, jadwal pertandingan yang padat membuat intensitas laga final tidak setinggi yang diharapkan karena waktu pemulihan sangat terbatas.
“Persib bermain di sore hari (di semifinal), kami bermain di malam, jadi waktu kami untuk mengembalikan diri dibanding Persib jelas kurang,” tuturnya.
Tavares menilai para pemainnya sebenarnya tampil dengan semangat yang baik. Setelah mampu unggul lebih dulu, Persebaya sempat kehilangan konsentrasi hingga kebobolan. Meski demikian, ia menyebut timnya masih mampu menciptakan beberapa peluang emas yang seharusnya bisa berbuah gol.
“Perasaan pemain kami hari ini sangat bagus, kami unggul lebih dulu, tapi kami memiliki kesalahan dan kami kebobolan. Kami memiliki tiga atau empat kesempatan lagi, tapi kami tidak menang,” ucap Tavares.
Gelar Piala Presiden 2026 menjadi trofi pertama Bernardo Tavares bersama Persebaya. Menjelang musim penuh pertamanya menangani Bajul Ijo, ia mengaku bangga karena mampu mengakhiri penantian panjang klub terhadap gelar bergengsi.
“Kami meraih trofi Piala Presiden pertama untuk Persebaya. Dan 22 tahun tanpa trofi besar, (sejarah buruk) itu sekarang berhenti,” pungkasnya.(Bang).












