Ragam  

PWI LS Bojonegoro Tolak Kaum Ba’alawi Mengisi Acara Keagamaan

admin
Img 20250408 Wa0089 Copy 1084x1207

Bojonegoro,ANN.CO.ID – PWI LS Bojonegoro (Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah) Bojonegoro dengan tegas menolak kaum Ba’alawi untuk mengisi acara keagamaan dalam hal apapun.

Hal ini disampaikan oleh wakil ketua PWI LS Bojonegoro Ainun Naim 08/04/2025.

“Kami dengan tegas menolak kaum Ba’alawi atau habib karena melakukan penipuan kepada umat mengaku sebagai Keturunan Rasulullah Muhammad SAW padahal bukan. Baik secara ilmu nasab, ahli nasab, ilmu Filologi, arkeologi, sejarah, dan medis genetika mereka bukan keturunan Rasulullah. Bahkan secara akhlaq dan adab pun berbanding terbalik dengan Nabi ” ujarnya.

Disamping itu juga banyak pembelokan pembelokan sejarah baik sejarah NU dan sejarah kemerdekaan negara republik Indonesia, pengklaim nama pahlawan kita seperti Pangeran diponegoro, imam bonjol, Pattimura.

sebagai Habib, klaim rotibur rifa’i sbg rotibul hadad, Rasis, pembelokan Aqidah melalui narasi dan kitab kitab khurofatnya seperti sarkhul ainiyah yg katanya faqih moqoddam telah mi’roj 70 kali dalam semalam, manhajus sawi 1 habib yang hidupnya bermaksiyat serta bodoh lebih mulia dari pada 70 ulama yang alim, Nurus safir yang katanya habib bisa menghidupkan orang mati, tadzkirunnas BAB nya habib menjadi emas, nahrul maurud diluar klan ba’alwi dianggap kalbahaim atau hewan berkaki empat, tashbitul fuad siapapun yang mau menghadap ke Habib Abdullah wajib syahadatain dan menambahkan syahadat Asyhadu anna Abdullah alhadad alqutbu, alwariqot min manaqib sayyidina saikh al fard abi bakr bin salim berbicara sama Allah dan diberi keanugrahan mengelola alam semesta ini baik dan buruknya tergantung oleh dia,

alfawaidus saniyyah fi dzikrin nubdzah min fadloilin nasabati man yantasibul silsilatin nabawiyyah bahwa diantara golangan yang terbaik hanyalah dari jalur ba’alwi dan yang lain adalah kaum rendahan, dan masih banyak kitab kitab lainya yang isinya sesat menyesatkan, mereka licik dan itulah yang dilakukan oleh kaum Ba’alawi.

” Bahkan dalam kitab merekapun, syahadat dan haji kita dengan merekapun tidak sama” tutur Ainun Naim.

lanjut Naim, sampai saat ini, mereka tidak bisa membuktikan sebagai keturunan Rasul. Bila umat menanyakan, maka dijawab dengan marah marah, fitnah, framing dan caci maki.

Dulu saya kira komunis yang masuk Indonesia adalah dari Cina, ternyata dari Yaman Selatan. Dibawa oleh Habib Muso Almunawar, dilanjutkan Ahmad Aidit / Ahmad Al Aidit, Fachrul dan Sofyan Baraqbah.

“Kami menghimbau kepada masyarakat Bojonegoro dan pemerintahan baik tingkat desa maupun Bupati untuk memboikot sholawatan yang dipimpin oleh Habaib sebagai munsyid / vokalis” jelasnya.

Hal inilah yang melatar belakangi penolakan PWI LS Bojonegoro menolak para habib atau kaum Ba’alawi.

Terkait provokasi habib Riziq Shihab, Ainun Naim menyatakan siap dan berharap aparat penegak hukum segera memproses kasus kasusnya karena kabarnya kasus itu telah dibuka kembali.

“Riziq Shihab adalah provokator dan pembuat gaduh warga masyarakat yang ada di Republik Indonesia ini yang sepatutnya dan hendaklah kasus kasusnya segera diproses kembali oleh aparat penegak hukum” tandasnya. (Her).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *