Ragam  

Syngenta Indonesia Bersama TerraBaru Gelar Festival Panen Pertanian Regeneratif Di Ngawi

admin
Img 20261001 Wa0119 Copy 906x509

Ngawi,ANN.CO.ID – Produktivitas pertanian dan kesehatan tanah menjadi dua aspek yang semakin penting di tengah tantangan perubahan iklim dan kebutuhan pangan yang terus meningkat. Menjawab tantangan ini, kolaborasi menjadi kunci untuk mendorong praktik pertanian yang produktif sekaligus berkelanjutan.

Semangat tersebut diwujudkan melalui Festival Panen Pertanian Regeneratif yang digelar Syngenta Indonesia bersama TerraBaru di Ngawi, Jawa Timur, pada 1 Oktober 2026.

Kegiatan ini mempertemukan petani, pelaku industri, penyuluh, dan pemangku kepentingan pertanian untuk berbagi pengalaman sekaligus melihat penerapan praktik pertanian regeneratif secara langsung di tingkat lahan.

Lebih dari 250 petani yang tergabung dalam Komunitas Petani MAJU 10 Ton dari berbagai wilayah Jawa Timur turut hadir.

“Kami bangga melihat perjalanan Komunitas Petani MAJU 10 Ton yang terus berkembang dan menjadi ruang bagi petani untuk saling belajar dan berbagi pengalaman. Kolaborasi dengan TerraBaru memperkuat upaya tersebut dengan menggabungkan perlindungan tanaman dan perhatian terhadap kesehatan tanah. Bagi kami, inilah semangat Joint Effort in Sustainability yaitu bekerja bersama untuk menemukan solusi yang dapat memberikan manfaat bagi produktivitas petani sekaligus menjaga keberlanjutan lahan untuk generasi mendatang,” ujar Khoirul Abidin, Regional Sales Manager Syngenta Indonesia.

Sejalan dengan komitmen keberlanjutan Syngenta, “Higher Yields, Lower Impact”, Syngenta Indonesia terus mendorong penerapan praktik pertanian yang lebih baik, termasuk pertanian regeneratif. Melalui kemitraan dengan TerraBaru, pendekatan perlindungan tanaman dipadukan dengan upaya meningkatkan kesehatan tanah melalui pemanfaatan TerraKarbon.

Kolaborasi ini mempertemukan dua pendekatan yang saling melengkapi untuk membantu petani menerapkan praktik pertanian regeneratif sesuai dengan kondisi lahan dan kebutuhan mereka. Hal ini menegaskan bahwa pertanian berkelanjutan membutuhkan upaya bersama dan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.

Presiden Direktur TerraBaru, Bruno Wauters, mengatakan, “Festival Panen Pertanian Regeneratif ini menunjukkan pentingnya kerja sama dalam mendukung masa depan pertanian yang lebih baik. Melalui kolaborasi dengan Syngenta, kita menggabungkan perlindungan tanaman dan kesehatan tanah melalui TerraKarbon. Kami berterima kasih kepada tim Syngenta dan seluruh Petani MAJU 10 Ton atas kerja keras serta dukungan yang telah diberikan. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut di Ngawi.”

Di tingkat lapangan, praktik pertanian regeneratif juga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk penyuluh yang berperan dalam mendampingi petani dan menerjemahkan pengetahuan serta inovasi agar dapat diterapkan sesuai kondisi setempat.

Ida Rosmala Dewi, Kepala Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Geneng, mengapresiasi inisiatif kolaborasi yang mempertemukan petani dengan berbagai pihak untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai praktik pertanian yang lebih berkelanjutan.

“Terima kasih untuk Syngenta dan TerraBaru yang sudah membangun kolaborasi dengan petani di Ngawi. Petani di sini sangat senang sekali dengan adanya edukasi yang menyeluruh juga hal-hal inovasi baru yang sangat membantu. Sejalan dengan visi pertanian ramah lingkungan yang ada di sini, semoga kehadiran kolaborasi ini bisa diperkuat untuk memberikan manfaat bagi lebih banyak petani.”

Festival Panen Pertanian Regeneratif menjadi salah satu contoh bagaimana kolaborasi dapat diterjemahkan menjadi pembelajaran dan praktik nyata di tingkat petani. Selain memperkenalkan pendekatan pertanian regeneratif, kegiatan ini juga membuka ruang dialog antara petani dan berbagai pihak mengenai tantangan budi daya, produktivitas, serta kesehatan tanah.

Ke depan, kemitraan Syngenta Indonesia dan TerraBaru diharapkan dapat mendukung semakin luasnya penerapan praktik pertanian regeneratif, termasuk perlindungan tanaman yang tepat dan pemanfaatan TerraKarbon, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lahan petani.

Upaya tersebut menjadi bagian dari perjalanan bersama untuk membangun pertanian Indonesia yang lebih produktif, tangguh, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung ketahanan pangan melalui kolaborasi antara petani, industri, penyuluh, dan berbagai pemangku kepentingan.

Tentang Syngenta

Syngenta adalah pemimpin global dalam inovasi pertanian dengan kehadiran di lebih dari 90 negara. Syngenta berfokus pada pengembangan teknologi dan praktik pertanian yang memberdayakan petani, sehingga mereka dapat melakukan transformasi yang diperlukan untuk memberi makan populasi dunia sambil melestarikan planet kita.

Penemuan-penemuan ilmiah yang berani dari Syngenta memberikan manfaat yang lebih baik bagi petani dan masyarakat dalam skala yang lebih besar dari sebelumnya. Dipandu oleh Prioritas Keberlanjutan, Syngenta mengembangkan teknologi dan solusi baru yang mendukung petani untuk menumbuhkan tanaman yang lebih sehat di tanah yang lebih sehat dengan hasil panen yang lebih tinggi.

Syngenta Crop Protection berkantor pusat di Basel, Swiss; Syngenta Seeds berkantor pusat di Amerika Serikat. Baca cerita kami dan ikuti kami di LinkedIn, Instagram, dan X.

Syngenta Indonesia adalah bagian dari Syngenta global dan telah hadir sejak tahun 1960-an melalui perusahaan legasinya. Syngenta Indonesia berkantor pusat di Jakarta dan memiliki empat fasilitas industri yaitu Pusat Riset dan Pengembangan Perlindungan Tanaman (Cikampek – Jawa Barat), Pabrik Produk Perlindungan Tanaman (Gunung Putri – Jawa Barat), Fasilitas Pengembangan Benih (Kediri – Jawa Timur), dan Pabrik Pemrosesan Benih (Pasuruan – Jawa Timur) yang disebut Syngenta Seed Indonesia. Lebih dari 800 karyawan kami berperan dalam memajukan pertanian di seluruh Indonesia.

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang Syngenta Indonesia silakan kunjungi www.syngenta.co.id dan Instagram

Perlindungan data sangat penting bagi kami. Anda menerima publikasi ini berdasarkan landasan hukum Pasal 6 ayat 1 huruf f GDPR (“kepentingan yang sah”). Namun, jika Anda tidak ingin menerima informasi lebih lanjut tentang Syngenta, cukup kirimkan pesan singkat kepada kami dan kami tidak akan lagi memproses data Anda untuk tujuan ini. Anda juga dapat menemukan rincian lebih lanjut dalam pernyataan privasi kami.

Tentang TerraBaru

PT Terra Baru Indonesia adalah spesialis terkemuka di Indonesia dalam pengembangan solusi TerraKarbon untuk pemenuhan kebutuhan sektor industri dan pertanian berkelanjutan. Langkah ini didorong oleh realitas bahwa setiap tahunnya Indonesia menghasilkan sekitar 250 juta ton limbah pertanian yang belum terkelola optimal. TerraBaru hadir untuk mengubah tumpukan sisa agrikultur lokal tersebut menjadi komoditas bernilai tinggi, sekaligus mengambil peran nyata dalam menciptakan masa depan rendah emisi (net-zero future).

Melalui produk unggulan TerraKarbon, kami memproduksi material pembenah tanah kaya karbon berkualitas tinggi yang disesuaikan secara ilmiah untuk sektor manufaktur, infrastruktur, energi, hingga budi daya pangan. Dalam mewujudkan tata kelola yang berdampak luas, TerraBaru bergerak di atas empat pilar utama yaitu Feedstock, Technology, Market, serta People and Community.

Melalui ekosistem ini, kami menargetkan sasaran besar pada tahun 2030 untuk memproses lebih dari setengah juta ton limbah secara tahunan demi menurunkan emisi karbon di udara sekaligus mengembalikan kesuburan alami tanah pertanian secara berkelanjutan. Produk TerraKarbon yang dikembangkan TerraBaru juga telah lolos uji mutu dan efikasi serta terdaftar dalam izin edar Kementerian Pertanian.

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang inovasi dan solusi berkelanjutan kami, silakan kunjungi laman resmi Terra Baru Indonesia di www.terrabaru.com serta ikuti kami di LinkedIn dan Instagram.

Pernyataan Peringatan Mengenai Pernyataan Berwawasan ke Depan
Dokumen ini mungkin mengandung pernyataan berwawasan ke depan, yang dapat diidentifikasi dengan penggunaan istilah seperti ‘mengharapkan’, ‘akan’, ‘potensi’, ‘rencana’, ‘prospek’, ‘diperkirakan’, ‘bertujuan’, ‘pada jalurnya’ dan ungkapan serupa.

Pernyataan tersebut dapat dipengaruhi oleh risiko dan ketidakpastian yang dapat menyebabkan hasil aktual berbeda secara material dari pernyataan ini.

Bagi Syngenta, risiko dan ketidakpastian tersebut meliputi risiko terkait proses hukum, persetujuan regulasi, pengembangan produk baru, peningkatan persaingan, risiko kredit pelanggan, kondisi ekonomi dan pasar secara umum, kepatuhan dan perbaikan, hak kekayaan intelektual, implementasi perubahan organisasi, penurunan nilai aset tak berwujud, persepsi konsumen terhadap tanaman dan organisme hasil rekayasa genetika atau bahan kimia pelindung tanaman, variasi iklim, fluktuasi nilai tukar dan/atau harga komoditas, pengaturan pasokan sumber tunggal, ketidakpastian politik, bencana alam, dan pelanggaran keamanan data atau gangguan teknologi informasi lainnya. Syngenta tidak berkewajiban untuk memperbarui pernyataan berwawasan ke depan guna mencerminkan hasil aktual, perubahan asumsi, atau faktor-faktor lainnya.
©2025 Syngenta. Cibis Nine Lt. 6, Jl. TB Simatupang No 2, Jakarta Selatan 12560, Jakarta, Indonesia.(Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *