Ragam  

Wabup Nurul Azizah Harapkan PSJB menjadi wadah utama dalam menanamkan tata krama dan unggah-ungguh kepada anak bangsa

admin
Screenshot 20260722 125209 Copy 645x431 1

Bojonegoro,ANN CO.ID – Di tengah pesatnya arus modernisasi dan digitalisasi, upaya melestarikan nilai-nilai adiluhung budaya lokal terus dijaga di Kabupaten Bojonegoro.

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, mengajak organisasi Pamarsudi Sastra Jawi Bojonegoro (PSJB) untuk bersinergi membangkitkan kembali nilai-nilai luhur bahasa, sastra, dan budaya Jawa di kalangan pelajar.

Pesan tersebut disampaikan Wabup Bojonegoro saat menghadiri Peringatan Hari Jadi Ke-44 PSJB yang digelar di Warung Bucu Coffe Trucuk pada Rabu pagi (22/07).

Hadir dalam kesempatan tersebut dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Bojonegoro, guru MGMP Mata Pelajaran Bahasa Jawa di Kab. Bojonegoro beserta murid, serta Komunitas PSJB Yogyakarta.

Di usianya yang ke-44 tahun, sebuah jenjang kematangan organisasi. PSJIB diharapkan menjadi wadah utama dalam menanamkan tata krama dan unggah-ungguh kepada anak bangsa.

“Bahasa Jawa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan pijakan karakter. Di dalamnya terkandung ajaran empati, penghormatan kepada sesama, dan budi pekerti luhur. Di era digital yang begitu cepat ini, pemahaman budaya Jawa menjadi benteng moral yang sangat penting bagi anak-anak kita,” ucap Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah.

Sebagai langkah nyata, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berupaya menjadikan lingkungan sekolah sebagai garda terdepan dalam merawat warisan leluhur.

Penguatan karakter berbasis budaya Jawa ini ditanamkan sejak dini melalui Kurikulum Muatan Lokal di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Melalui integrasi pendidikan formal dan pendampingan komunitas sastra, para siswa diharapkan tidak hanya mahir berbahasa jawa, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai budaya jawa dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara Ketua Umum PSJB, Nono Warnono, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian serta dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terhadap keberlangsungan komunitas sastra Jawa.

“Kehadiran Pemkab Bojonegoro memberikan suntikan semangat bagi kami di PSJB untuk terus konsisten nguri-uri (melestarikan) budaya. Kami siap berjalan bergandengan tangan dengan pemerintah dalam menghadirkan kembali ruh kebudayaan Jawa di tengah masyarakat, khususnya generasi muda,” tutur Nono Warnono.(Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *