Bojonegoro,ANN.CO.ID – Semangat “Berdaya Bersama, Mandiri Berkarya” sangat terasa dalam unjuk karya dan penutupan Bootcamp Kemandirian Ekonomi Pemuda Tahun 2026. Kegiatan yang digelar Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Rabu (9/9/2026) di Ruang Angling Dharma gedung Pemkab Bojonegoro ini diikuti oleh semua peserta Bootcamp.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapat pembekalan hingga kesempatan mengembangkan legalitas usaha. Produk peserta dapat didaftarkan langsung untuk memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui kerja sama dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bojonegoro.
Dan tak kalah menarik, peserta mendapatkan tambahan materi dari Ketua Dekranasda Kabupaten Bojonegoro Cantika Wahono.
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah saat memberi sambutan menyampaikan bahwa dunia kerja saat ini tidak hanya menuntut seseorang untuk mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan peluang kerja.
“Pekerjaan tidak harus dicari, tapi diciptakan. Maka pelatihan ini sebagai dasar. Setelah ini tinggal dicoba. Anak-anak sudah punya pembelajaran, setelah ini tinggal terjun ke lapangan,” katanya.
Wabup juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus membuka ruang bagi pemuda untuk mengembangkan kemampuan dan pengalaman. Salah satunya melalui program magang yang tersedia di Dinas Tenaga Kerja.
“Sesuatu yang sudah ditekuni akan berhasil. Bangkit bisa diwujudkan karena semangat,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinpora Kabupaten Bojonegoro Arief Nanang Sugianto menjelaskan, dalam pelaksanaan Bootcamp Kemandirian Ekonomi Pemuda Tahun 2026, Dinpora menggandeng sejumlah mitra, di antaranya PIB Ringin Tunggal, Zahida, Ademos, P4S Joyo Tani, Opsi Visi Raya, dan Omah Menyok.
Dari 150 peserta yang hadir, seluruh rangkaian bootcamp telah diselesaikan. Pelatihan tidak hanya memberikan materi, tetapi juga membekali peserta dengan praktik secara langsung.
“Dari peserta 150 yang hadir pada siang hari ini, pada hari ini kita telah selesai melaksanakan bootcamp. Harapan kami di Dinpora, kita telah memberikan pelatihan sekaligus cara praktik,” ucapnya.
Arief menambahkan, para peserta juga didorong untuk membangun koneksi dan jaringan baru dalam mengembangkan usaha. Salah satunya melalui afiliator yang membantu memasarkan produk peserta melalui media sosial maupun berbagai marketplace.
“Harapan kami bukan hanya bisa produksi saja, tapi juga punya koneksi dan jaringan baru,” bebernya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dekranasda Kabupaten Bojonegoro Cantika Wahono menekankan pentingnya peran pemuda dalam mendukung berbagai fokus pembangunan daerah.
Menurutnya, terdapat lima fokus pembangunan yang menjadi perhatian, yakni menurunkan kemiskinan, meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), memperkuat ekonomi dan ketahanan pangan, mengurangi pengangguran, serta meningkatkan konektivitas wilayah.
“Semua ini perlu adik-adik semuanya ketahui, Pelaku UMKM hampir 100 ribu,” tandasnya.
Cantika menyampaikan, Bojonegoro masih memiliki berbagai persoalan pembangunan yang perlu diselesaikan secara bersama-sama.
Karena itu, semangat kemandirian pemuda dan upaya mendorong UMKM naik kelas menjadi bagian penting dalam mencapai target pembangunan daerah, termasuk menurunkan angka kemiskinan.
“Di Kabupaten Bojonegoro banyak persoalan yang harus kita selesaikan bersama. Tentu ini menjadi semangat kita semua untuk bisa mandiri dan UMKM naik kelas, jadi target menurunkan kemiskinan bisa tercapai,” tuturnya.
Ia juga memotivasi para peserta bootcamp agar tidak takut memulai usaha dari hal-hal kecil. Menurutnya, setiap orang memiliki kelebihan masing-masing yang dapat dikembangkan, baik melalui kemampuan akademik maupun nonakademik.
“Semua orang berawal dari nol. Tapi kalau kita pintar itu sebuah berkah, tapi tidak semua dari kita itu pintar. Jika tidak pintar, kita harus meraih untung. Akademik dan nonakademik harus kita asah. Dan mulailah dari hal-hal kecil yang kita kuasai,” tandasnya.
Melalui Bootcamp Kemandirian Ekonomi Pemuda Tahun 2026, Dinpora berharap para pemuda Bojonegoro tidak hanya memiliki keterampilan produksi, tetapi juga mampu memasarkan produk, membangun jejaring, memperoleh legalitas usaha, serta menciptakan peluang ekonomi secara mandiri. (Yus).












