Bojonegoro,ANN.CO.ID – Langkah YLPKSM Rajekwesi untuk melakukan hearing di Komisi B DPRD Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur selasa 09/09/2025 siang untuk membahas PI (Participating Interest) yang dirasa sudah waktunya di renegosiasi patut di apresiasi.
Dalam pembagian keuntungan pengelolaan PI Blok Cepu,PT ADS (Asri Dharma Sejahtera) sebagai representasi Pemkab Bojonegoro selama ini hanya mendapat 25% dan mitranya PT SER (Surya Energi Raya) mendapat 75%.
Dalam hearing di ruang Komisi B tersebut ada lima poin yang disampaikan oleh Abdul Ghofar Nafi Ketua YLPKSM Rajekwesi bersama kuasa hukumnya yakni :
1. IMAM SAFI’, SH., MKn.
2. ADI SUROYO, SH.
3. AGUS EKO PRIYO DARMONO, SH., MH.
4. YAHYA TULUS MARGIYANTO, SH.
5. H. SUNARYO ABUMAIIN, SHI., SH., MM.
– Mendesak DPRD Bojonegoro untuk renegosiasi pengelolaan PI agar lebih besar bagi Kabupaten Bojonegoro sebagai daerah penghasil.
– Ketidakjelasan isi MoU yang tidak pernah diumumkan ke publik dan mendesak tata kelola dilakukan secara akuntabel,transparan dan bermanfaat nyata bagi masyarakat Bojonegoro
– Opsi akuisisi dan renegosiasi dengan segala pertimbangannya sebagai daerah penghasil.
– Adanya 7 sumur baru di Blok Cepu sehingga bisa digunakan sebagai momentum untuk renegosiasi tambahan PI bagi Kabupaten Bojonegoro.
– PI yang selama ini didapatkan belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat Bojonegoro secara langsung dalam bentuk program seperti pendidikan,kesehatan dan infrastruktur.
Ghofar nafik menyatakan selama ini dirasakan porsi PI yang didapatkan Pemkab Bojonegoro tidak adil yaitu hanya 25% yang ironis sebagai daerah penghasil migas.
“Kami mendengar informasi di daerah Jawa Barat sudah bisa hampir 100%.” ujarnya.
” Mana yang lebih menguntungkan antara akuisisi saham dan renegosiasi pembagian hasil.” tambahnya.
Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Sally Atyasasmi akan mengagendakan agar dipertemuan selanjutnya dihadirkan PT ADS dan Tim dari Pemkab Bojonegoro.
“Kami sangat mengapresiasi langkah dari YLPKSM Rajekwesi ini dan akan mengundang para pihak yaitu PT ADS dan dari Pemkab Bojonegoro dan mungkin dari PT SER juga.” terangnya.
Masyarakat Bojonegoro sangat menunggu langkah kongkret dari para wakilnya di DPRD Bojonegoro untuk memperjuangkan penambahan porsi PI pengelolaan Blok Cepu karena sebagai daerah penghasil migas sudah seharusnya mendapat porsi yang lebih besar.(Red/Hr).












