Ragam  

Inspira Risbo Gelar Diseminasi Crowdsourcing 100 Ide Pendidikan

admin
Screenshot 20260526 184033 Copy 668x444

Bojonegoro,ANN CO.ID – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bersama Inspira Risbo (Inspirasi dan Akademisi & Periset Bojonegoro) menggelar kegiatan Diseminasi Crowdsourcing 100 Ide Pendidikan dan Penyerahan Portofolio Karya kepada Bupati Bojonegoro pada Selasa (26/5/2026) di Ruang Angling Dharma.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Bojonegoro, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, jajaran pengurus Inspira Risbo, akademisi, serta berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Bojonegoro.

Dalam kesempatan tersebut, Cantika Wahono turut mengukuhkan anggota baru Inspira Risbo Kabupaten Bojonegoro.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Anwar Mukhtadlo, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Inspira Risbo yang dinilai mampu menghadirkan inovasi dan gagasan strategis bagi kemajuan pendidikan di Bojonegoro.

la menegaskan bahwa persoalan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama lintas sektor dan lintas kewenangan.

Dalam sambutannya, Anwar Mukhtadlo juga menyoroti persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama.

la mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama melakukan percepatan penanganan ATS melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan komunitas pendidikan.

Pada kegiatan tersebut juga dilaksanakan prosesi penandatanganan dan penyerahan portofolio Crowdsourcing 100 Ide Pendidikan untuk Bojonegoro kepada Bupati Bojonegoro, H. Setyo Wahono.

Portofolio tersebut diserahkan langsung oleh Pengarah Inspira Risbo, Dr. Ifa Khoiria Ningrum, M.M., sebagai bentuk kontribusi pemikiran dan rekomendasi strategis untuk pengembangan pendidikan daerah.

Bupati Bojonegoro dalam sambutannya menyampaikan bahwa persoalan ATS merupakan tantangan serius yang harus segera ditangani secara bersama-sama.

la menilai kehadiran portofolio 100 ide pendidikan tersebut menjadi bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, dan praktisi riset.

Bupati Setyo Wahono juga meminta agar gagasan- gagasan yang tertuang dalam portofolio tersebut tidak berhenti sebagai dokumen semata, namun dapat dikaji dan diintegrasikan ke dalam program kerja Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, khususnya dalam percepatan penanganan ATS dan sinkronisasi data pendidikan. (Peokopim/Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *