Gubernur Khofifah Hadiri Sholawat Kemerdekaan dan Peringatan Maulid Nabi Majlis Ta’lim Al-Yasmin di Sidoarjo, Ajak Pedomani _”My Religion My Morality”_ Ajaran Syekh Afeefuddin Al-Jailani

admin
Img 20260905 Wa0108 Copy 728x485

Sidoarjo,ANN.CO.ID – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Dzikir, Doa Bersama, Sholawat Kemerdekaan, dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah bersama Majelis Dzikir dan Sholawat yang diselenggarakan Majlis Ta’lim Al-Yasmin di Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (5/9).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah mengajak masyarakat senantiasa memperbaiki akhlak dan menjadikan akhlakul karimah sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Menurut Khofifah, akhlak dan perilaku yang baik merupakan wujud nyata seorang muslim dalam memegang teguh ajaran agamanya. Pesan tersebut sejalan dengan ajaran Syekh Afeefuddin Al-Jailani, keturunan langsung Syekh Abdul Qadir Al-Jailani.

“Setiap Jumat beliau selalu mengajarkan ini. _My religion my morality atau my morality my religion._ Akhlakku, agamaku. Itulah yang kemudian menjadi fokus dari pengajian beliau yang saya harap bisa kita pedomani,” kata Khofifah.

Gubernur Khofifah juga mengajak masyarakat untuk senantiasa memperkuat dzikir, sholawat, dan untuk Indonesia. Terutama karena Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini berdekatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan RI.

Yang harapannya menjadi pengingat agar setiap warga negara tidak boleh lupa bahwa negara ini dibangun di atas nilai keimanan, persatuan, dan pengorbanan.

“Kemerdekaan yang kita rayakan Agustus lalu bukan hanya ajang untuk mengenang, tetapi harus menjadi energi untuk terus meningkatkan kepedulian sosial dan menghadirkan manfaat. Nilai-nilai perjuangan itu saya pikir sejalan dengan keteladanan Rasulullah SAW yang mengajarkan kasih sayang, kejujuran, dan pengabdian kepada umat,” ujarnya.

Untuk itu, seiring dengan berlalunya Hari Peringatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, dzikir dan doa bersama yang dihadirinya menjadi ikhtiar spiritual atas nikmat kemerdekaan. Tak hanya itu, acara tersebut dapat sekaligus menjadi momentum meneladani akhlak Rasulullah SAW sebagai pedoman membangun kehidupan bermasyarakat.

“Sebenarnya Maulid Nabi Muhammad SAW itu memang berdekatan dengan 17 Agustusan. Tapi karena cintanya kita kepada Rasulullah, peringatan Maulid Nabi memang kita perpanjang dan kita lakukan terus menerus sesuai kemampuan,” katanya.

Untuk itu, Gubernur Khofifah mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur menjadikan dzikir dan doa sebagai salah satu instrumen penting dalam membangun daerah. Ia menegaskan, selain ikhtiar lahir melalui kerja keras, langkah pembangunan perlu diiringi dengan doa atas keberkahan dan kemudahan dari Allah SWT.

“Kalau Allah tidak ridho, kita tidak akan bisa melakukan apapun. Dan tanpa pengorbanan para pendahulu, kita tidak akan ada di sini. Maka, saya minta, mari kita kirimkan doa terbaik untuk pahlawan bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan Indonesia. Semoga seluruh amal baktinya diterima Allah SWT dan menjadi inspirasi bagi kita untuk terus mengabdi kepada masyarakat,” tuturnya.

Lebih jauh, Gubernur Khofifah menambahkan, semangat kemerdekaan masih sangat terasa meskipun telah memasuki awal September. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga api nasionalisme melalui gotong royong dan pengabdian sesuai bidang masing-masing.

“Mari kita isi kemerdekaan dan peringatan Maulid Nabi dengan karya terbaik kita. Kita juga perlu isi dengan menjaga persaudaraan, memperkuat toleransi, serta terus menebarkan optimisme. Insya Allah, dengan ikhtiar dan doa, Jawa Timur akan semakin maju, semakin kuat, dan cita-cita mewujudkan Indonesia Emas dapat kita raih bersama,” pungkasnya.

Dzikir dan doa bersama ini khidmat dengan lantunan tahlil dan istighosah serta pembacaan Sirah Nabawiyah. Adapula Tausiyah yang dibawakan oleh KH. Muzzaky Al Hafidz sebelum jamaah mengikuti Mahallul Qiyam, Muhasabah, doa, dan Shalawat Kemerdekaan.

Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Sidoarjo Subandi, Founder Pondok Pesantren Digipreneur Al Yasmin Helmy M. Noor, Pembina MDS Al-Yasmin Yuni, serta segenap jamaah Al-Yasmin.(dms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *