Bojonegoro,ANN.CO.ID – Menjadi pekerja migran sepertinya masih menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian masyarakat. Gaji tinggi yang ditawarkan membuat banyak orang tertarik walaupun harus mengorbankan banyak aspek terutama keluarga.
seperti Yang disampaikan oleh salah satu pegawai pada Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur mencatat hingga Juni 2025 ada 573 orang PMI (Pekerja Migran Indonesia) asal Bojonegoro rabu 9 Juli 2025
” PMI asal Kabupaten Bojonegoro urutan ke 12 di Jawa Timur persebaranya di negara arab,hongkong,taiwan malaysia jepang,korea selatan” katanya.
Data yang diperoleh media ini di Bojonegoro tidak ada perusahaan penyalur tenaga kerja yang secara resmi melaporkan kegiatanya kepada Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Bojonegoro.
“Seharusnya perusahaan penyalur tenaga kerja atau cabangnya yang ada di daerah minimal ada pemberitahuan ke Dinas terkait” tambahnya.
Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja juga mengingatkan agar mempersiapkan diri sebaik baiknya sebelum memutuskan menjadi PMI
lanjutnya, Harus prosedural membekali diri sesuai kompetensinya dan juga harus jelas pekerjaanya disana,calon PMI juga mengisi aplikasi SIAP KERJA yang merupakan aplikasi kerjasama kami dengan Kementerian Tenaga Kerja.
“Untuk PT sendiri kalau sudah mendapat rekomendasi tapi tidak segera diberangkatkan maka kami juga akan tegur” bebernya.
Maraknya kasus TPPO PMI akhir akhir ini juga mendapat tanggapan dari Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja.Untuk meminimalisasi terjadinya TPPO atas PMI digencarkan sosialisasi ke kantong kantong PMI
“Kami mempunyai data negara tujuan PMI yang boleh atau tidak boleh kesana juga bekerjasama dengan Kementerian Tenaga Kerja” jelasnya.
Dengan langkah antisipatif tersebut diharapkan PMI khususnya asal Bojonegoro mendapatkan perlindungan atas hak dan kewajibanya sehingga mendapat hasil yang sesuai ekspektasi.(Red/Her).












