Surabaya,ANN.CO.ID – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) meraih penghargaan Tim Inspiratif dalam ajang Mandaya Awards dan Innovilleague Awards 2026 dari Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) di Plaza BPJS Ketenagakerjaan, Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Penghargaan tersebut diterima langsung Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Pengembangan, Kerja Sama, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Dwi Cahyo Kartiko, dari Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar.
Menko PM, Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa keberhasilan program pemberdayaan harus diukur dari dampak nyata yang dihasilkan, bukan dari besarnya lembaga maupun anggaran yang digunakan.
“Bukan yang paling besar lembaganya, bukan yang paling mahal anggarannya. Tetapi yang paling kita harapkan dan kita nilai adalah siapa yang dampaknya nyata dan bisa dibuktikan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, pemerintah tengah mendorong transformasi pembangunan nasional dari pendekatan yang berorientasi pada pemberian bantuan sosial menuju pemberdayaan masyarakat.
Melalui pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga berperan sebagai subjek pembangunan yang mandiri dan produktif.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Pengembangan, Kerja Sama, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi Unesa, Dwi Cahyo Kartiko, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan kebanggaan sekaligus motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat.
“Tentu ini menjadi kebanggaan bersama. Kerja sama harus terus diperkuat untuk menghadirkan program-program nyata dan berdampak yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya menjalankan fungsi akademik di lingkungan kampus. Lebih dari itu, perguruan tinggi harus mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat melalui keilmuan, penelitian, inovasi, dan pengabdian.
Terkait aspek yang dinilai dalam penghargaan tersebut, Kepala Pusat Pengembangan Desa dan Daerah (Pusbangdesda) LPPM Unesa, Mufarrihul Hazin, menjelaskan bahwa capaian ini merupakan hasil dari proses pengembangan program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan secara berkelanjutan.
Salah satu kekuatan yang diajukan adalah keberadaan sekitar 89 desa binaan di luar program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) maupun organisasi kemahasiswaan.
Dari berbagai program tersebut, International Community Development (ICD) di Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, menjadi salah satu program unggulan yang ditonjolkan dalam pengajuan penghargaan.
Program ICD dirancang untuk mengoptimalkan potensi lokal sekaligus menjawab persoalan masyarakat melalui empat fokus utama, yakni pemberdayaan peternak, petani, pemuda, dan perempuan.
Selain Bondowoso, Unesa juga mengembangkan program pemberdayaan di Kampung Banjarsari yang telah menjadi desa binaan selama empat tahun. Program yang dilakukan mencakup pengembangan sarana dan infrastruktur, termasuk penguatan sektor pertanian dan pengelolaan fasilitas pendukung masyarakat.
“Salah satu rencana yang kami siapkan adalah program One Faculty One Village, bahkan ke depan didorong menjadi One Prodi One Village. Artinya, satu prodi memiliki satu desa binaan. Dengan begitu, kepakaran dan keahlian dosen dapat terhubung langsung dengan kebutuhan serta potensi yang dimiliki masyarakat desa,” jelasnya.
Selain itu, Unesa juga merencanakan pengembangan aplikasi pemberdayaan desa. Aplikasi tersebut nantinya menjadi ruang penghubung antara persoalan dan potensi desa dengan kompetensi serta kepakaran dosen Unesa.
Melalui program pemberdayaan dan pengembangan desa binaan, Unesa terus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.(Bang).












