Bojonegoro,ANN.CO.ID – Ada benturan kepentingan antara warga penghuni dan Pemdes Temayang dalam permasalahan TKD (Tanah Kas Desa) Desa Temayang Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur.
Permasalahan bermula ketika Pemdes Temayang berkeinginan untuk melakukan penataan kawasan TKD tersebut untuk dibangun ruko yang nantinya akan dapat meningkatkan PADes namun mendapat penolakan dari warga penghuni TKD yang sudah menempati kawasan itu sejak tahun 1966 hingga sekarang.
Kepala Desa Temayang mengatakan bahwa kawasan tersebut bernilai ekonomis dan strategis.
“Kita tetap mengikuti aturan saja untuk kepentingan pelayanan masyarakat.” ujarnya.(Senin 07/09/2026)
Kades Temayang juga menambahkan mekanismenya nanti akan diatur dan keinginan warga penghuni adalah jangan dilakukan perubahan namun dilakukan sewa saja.
Dilain pihak Saifuddin Zuhri perwakilan warga terdampak mengatakan sudah diadakan musdes.
“Pada waktu itu Kades menyampaikan wewenangnya membahas TKD dan seolah olah kita tinggal disitu tidak ada kontribusi apapun padahal warga sewa tempat dan membayar sumbangan iuran pajak namun tidak diungkapkan.” ungkapnya.
Saifuddin Zuhri menambahkan bahwa tokoh masyarakat memberi masukan kepada Kades agar mendengarkan pendapat warga terdampak pada saat musdes berlangsung.
“Juga tidak dibacakan hasil musdes seperti apa pada saat itu yang belakangan diketahui bahwa warga menyetujui pembangunan ruko padahal faktanya tidak menyetujui.” sesalnya.
“Akan diadakan musdes ulang namun warga kawatir tidak ada yang membela.” jelasnya.
Zuhri melanjutkan bahwa keinginan warga sebenarnya adalah warga siap menyewa tanah yang ditempati sesuai peraturan perundang undangan serta warga juga siap bekerjasama untuk ketertiban dan keindahan tata kota.
Adanya persoalan warga dengan Pemerintah Desa sudah sering terjadi dan diperlukan kebijakan Kepala Desa sebagai pemegang otoritas di wilayahnya untuk menyambung kembali saluran diskusi yang mungkin terputus sehingga tidak ada warga yang merasa termarjinalisasi dan kedepannya Pemerintah akan leluasa dalam melaksanakan program karena adanya dukungan dari segenap warga.(Her).












