Bojonegoro,ANN.CO.ID – Fenomena gelombang demonstrasi oleh masyarakat belakangan ini menunjukkan bahwa rakyat mulai bereaksi terhadap ketimpangan sosial antara rakyat dan anggota dewan yang notabene adalah representasi dari masyarakat itu sendiri dan kebijakan tidak populis pemerintah terhadap rakyatnya khususnya atas kenaikan pajak yang semakin mencekik kehidupan rakyat.
Para wakil rakyat dinilai tidak mempunyai sense of crisis dimana disaat rakyat bekerja keras dan taat membayar pajak pemerintah malah menaikkan tunjangan anggota DPR dan hal ini dinilai mencederai kepercayaan rakyat atas wakilnya dan kepercayaan rakyat terhadap pemerintah.
Dalam APBD Kabupaten Bojonegoro tahun 2025 ada beberapa pos pendapatan anggota DPRD yang sudah kami rangkum sebagai berikut.
√. Pendapatan anggota DPRD
– Belanja Gaji dan Tunjangan DPRD 28.004.746.947,00
– Belanja Uang Representasi DPRD 1.119.260.000,00
– Belanja Tunjangan Keluarga DPRD 118.248.800,00
– Belanja Uang Paket DPRD 100.508.000,00
– Belanja Tunjangan Jabatan DPRD 1.620.677.000,00
– Belanja Tunjangan Alat Kelengkapan DPRD 136.726.700,00
– Belanja Tunjangan Alat Kelengkapan Lainnya DPRD 20.529.500,00
– Belanja Tunjangan Komunikasi Intensif Pimpinandan Anggota DPRD 8.807.724.769,00
– Belanja Tunjangan Reses DPRD 2.205.000.000,00
– Belanja Tunjangan Kesejahteraan Pimpinan danAnggota DPRD (termasuk perumahan) 7.734.580.320,00
– Belanja Tunjangan Transportasi DPRD 5.811.456.000,00
– Belanja Uang Jasa Pengabdian DPRD 197.548.898,00
Besarnya pendapatan anggota dewan seharusnya berbanding lurus terhadap kinerjanya karena anggota dewan adalah representasi dari rakyat dan sudah seharusnya memperjuangkan kepentingan rakyat.
oleh : Heri W.










