Bojonegoro,ANN.CO.ID – Ketahanan pangan merupakan program kerja dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dimana tujuan ketahanan pangan adalah memastikan setiap individu memiliki akses yang cukup, aman, dan terjangkau terhadap pangan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi, serta hidup sehat dan produktif.
Ini mencakup peningkatan ketersediaan pangan, keterjangkauan, dan konsumsi pangan yang beragam dan bergizi.
Ironisnya dalam mencapai tujuan mulia tersebut para petani masih terkendala masalah pupuk yang dianggap masih belum berpihak pada petani,terutama bagi petani penggarap lahan pertanian solo valley.
Seperti lahan pertanian solo valley di desa Mojoranu Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur dimana terdapat 161 H dan tidak mendapat jatah pupuk subsidi dari pemerintah
Hal ini diungkapkan oleh Amir Busro poktan desa Mojoranu Kecamatan Dander jumat 25/04/2025.
“Lahan pertanian solo valley yang sebelah barat jalan dikerjakan oleh 92 orang dan yang di timur jalan dikerjakan 37 orang” katanya.
“Kami berharap petani pengguna lahan pertanian solo valley juga mendapat jatah pupuk bersubsidi karena sangat membantu petani” imbuhnya
Sementara itu Kepala Desa Mojoranu Lukman Hakim mendukung para petani penggarap lahan solo valley untuk mendapat pupuk bersubsidi.
“Kami selaku pihak pemdes pernah mengusulkan hal itu kepada Bupati Bojonegoro namun tidak disetujui dan rencana akan kami usulkan kembali kepada Bapak Bupati Bojonegoro yang baru agar usulan kami bisa di setujui” jelasnya.
Dalam mewujudkan Bojonegoro Makmur dan Membanggakan tidak terlepas dari kesejahteraan para petani sebagai tulang punggung suksesnya program pemerintah yaitu ketahanan pangan.(Red/Her).












