Pemkab Bojonegoro Gelar Pelatihan Kepemimpinan untuk Tingkatkan SDM Aparatur

admin
17476648433721384178292206336795 Copy 1165x776

Bojonegoro ANN.CO.ID – Pemkab Bojonegoro terus berkomitmen untuk terus meningkatkan SDM aparatur melalui Pendidikan dan pelatihan (diklat). Langkah ini sebagai untuk menjawab dinamika masyarakat dan tuntutan perubahan yang semakin cepat.

“Saya menyambut baik kegiatan ini karena menjadi proses strategis untuk mencetak pemimpin birokrasi yang berintegritas dan mampu menjadi motor penggerak di unitnya,” tutur Bupati Bojonegoro Setyo Wahono saat memberikan sambutan pada acara pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan VII, Senin (19/5/2025) di Ruang Angling Dharma.

Hadir dalam kegiatan ini, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, Perwakilan Kepala BPSDM Jawa Timur Nawang Ardiani, Pj Sekda Andik Sudjarwo, Plt BKPP Kabupaten Bojonegoro Hari Tristianto, serta para pemangku kebijakan lainnya .

Bupati Wahono berharap para peserta lebih konsentrasi dan fokus selama pelatihan. Wawasan dan keterampilan dalam merumuskan dan melaksanakan apa yang menjadi hasil kegiatan sangat diperlukan.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, lanjut Bupati, berkomitmen untuk terus meningkatkan SDM aparaturnya guna meningkatkan pelayanan dan menjawab tuntutan perubahan.

“Ikuti dengan disiplin dan kesungguhan. Manfaatkan waktu dengan efisien, serta integrasikan dan rumuskan semua inovasi guna mengoptimalkan pelayanan yang efektif yang mampu membawa inovasi di unit kerjanya masing-masing. Selamat belajar dan mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan VII,” imbuh Bupati.

Kegiatan pelatihan ini merupakan hasil kemitraan BPSDM Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro tahun 2025. Kegiatan ini diikuti 39 pejabat struktural eselon IV.

Perwakilan Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur Nawang Ardiani, mengucapkan banyak terima kasih serta memberi apresiasi kepada Pemkab Bojonegoro.

Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara BPSDM Jatim dan Pemkab Bojonegoro dalam peningkatan dan pengembangan kompetensi SDM aparatur, khususnya bagi pejabat pengawas.

“Selamat datang kepada para peserta, selamat bergabung yang tentunya memiliki tujuan sama yaitu mengembangkan potensi kepemimpinan. Semoga bisa mengikuti dengan semangat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nawang menjelaskan saat ini, BPSDM berorientasi kerja nyata agar berdampak pada masyarakat. Metodologi pembelajaran mengalami pergeseran dan sekarang lebih pada wadah penguatan problem solving.

“Birokrasi kita membutuhkan aparatur yang mampu mengurai masalah dan menciptakan inovasi. Aksi perubahan ialah jantung dari pelatihan ini. Bentuk konkrit dalam menjalankan peran sebagai pemimpin perubahan. Apakah mampu jadi pengawas yang mencari solusi baru dan menularkan pada rekan kerja,” tandasnya.(Red/Yus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *